JEMBRANA — Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menekankan pentingnya validasi data organisasi saat membuka Loka Sabha Madya VIII Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kabupaten Jembrana, Sabtu (9/5/2026). Selain membuka agenda lima tahunan tersebut, Ketua Umum MGPSSR Provinsi Bali ini menyerahkan bantuan dana punia sebesar Rp25 juta.
Giri Prasta menegaskan bahwa pendataan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan fondasi untuk melakukan aksi sosial dan keagamaan yang nyata. Ia meminta pengurus terpilih merinci jumlah Ida Pandita Mpu Nabe, Ida Pandita Mpu, hingga Ida Bawati di setiap kecamatan di Jembrana.
Pentingnya Validasi Data Sulinggih dan Pura Dadia
Berbicara di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, Giri Prasta menyebut akurasi data semeton dan kondisi tempat ibadah sebagai kunci pembangunan umat. Ia tidak ingin ada tempat suci milik warga Pasek terbengkalai hanya karena luput dari pantauan organisasi.
“Pendataan ini krusial agar kita mengetahui kondisi lapangan. Apabila ada Pura Dadia Pasek yang harus direstorasi, kita bisa bergerak bersama melakukan perbaikan,” ujar sosok yang akrab disapa Guru Nyoman Giri tersebut.
Ia menambahkan, pemetaan kekuatan SDM semeton Pasek bertujuan menyatukan potensi demi menjaga kelestarian adat, tradisi, seni, dan budaya Bali. Pemetaan ini merupakan bentuk tanggung jawab organisasi dalam melayani umat secara menyeluruh.
Pesan Persatuan Catur Swadharmaning Kepasekan
Di hadapan ratusan semeton, Giri Prasta mengingatkan kembali nilai-nilai Catur Swadharmaning Kepasekan sebagai pedoman utama warga Pasek. Hal ini meliputi Astiti ring Ida Hyang Widhi Wasa, Bakti ring Kawitan, Tindih ring Bhisama, dan Guyub ring Pasemetonan.
“Kalau kita bersatu, maka setengah perjuangan berhasil. Sebaliknya, jika kita tidak bersatu, maka setengah perjuangan gagal. Masikian ngih,” tegas Wagub asal Desa Pelaga, Badung tersebut.
Ia berpesan agar semeton menghindari perpecahan mengingat leluhur Pasek mewariskan pengetahuan luas dan kebijaksanaan tinggi. Persatuan menjadi syarat mutlak untuk mewujudkan tujuan utama Hindu, yakni Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma.
Harapan Bupati Jembrana Terkait Musyawarah Mufakat
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang hadir dalam pembukaan tersebut berharap Loka Sabha menjadi ajang penguatan kualitas SDM. Ia mendorong agar pengurus baru selalu mengedepankan asas kekeluargaan dalam mengambil setiap keputusan.
“Saya memohon kepada siapapun yang terpilih menjadi Ketua dan Pengurus MGPSSR Kabupaten Jembrana agar selalu mengedepankan musyawarah mufakat,” kata Kembang Hartawan.
Loka Sabha Madya VIII ini mengusung tema “Kita Tingkatkan Catur Swadharmaning Kepasekan dengan Membangun Manusia, Alam, Adat, dan Budaya”. Acara turut dihadiri Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, jajaran PHDI, MDA, serta tokoh-tokoh agama di Kabupaten Jembrana.