Pencarian

55 Mahasiswa UGM Selami Bangkai Kapal Perang Dunia II di Tulamben Bali, Ukir Pengalaman Penyelaman Perdana di Laut Lepas

Rabu, 13 Mei 2026 • 15:07:01 WIB
55 Mahasiswa UGM Selami Bangkai Kapal Perang Dunia II di Tulamben Bali, Ukir Pengalaman Penyelaman Perdana di Laut Lepas
mahasiswa UGM mengikuti pelatihan selam di bangkai kapal USAT Liberty di Tulamben, Bali.

TULAMBEN — Bagi para mahasiswa yang baru pertama kali menyelam di laut, pengalaman menjejakkan kaki di dasar perairan Tulamben terasa seperti memasuki dunia lain. Mereka bukan sekadar berlatih di kolam renang, melainkan langsung berhadapan dengan ekosistem asli yang dihuni bangkai kapal bersejarah.

UKM Selam UGM menggelar LPT XXXVI pada 30 April hingga 4 Mei lalu. Total 55 mahasiswa berpartisipasi dengan pendampingan tiga instruktur dan lima asisten instruktur. Kegiatan tahunan ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan selam bagi calon anggota baru.

Menyelam di Atas Sejarah: USAT Liberty Wreck

Salah satu titik penyelaman paling ikonik yang dikunjungi adalah USAT Liberty Wreck. Kapal kargo milik Amerika Serikat itu tenggelam pada masa Perang Dunia II dan kini menjadi habitat bagi ratusan spesies ikan, koral, serta biota laut lainnya.

"Tidak hanya pesona alam, lokasi ini menawarkan pengalaman penyelaman yang sekaligus menantang secara teknis dan kaya secara visual, terlebih bagi penyelam baru," kata Ardhya Nareswari Candrakirana, Ketua UKM Selam UGM, Rabu (13/5).

Antusiasme Tinggi meski Dihadapkan Kendala Lapangan

Ardhya mengungkapkan bahwa secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar, meskipun sempat dihadapkan pada beberapa kendala di lapangan. Ia menyaksikan sendiri antusiasme peserta yang tinggi, baik yang baru pertama kali menyelam di laut maupun yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya.

"Para peserta terlihat antusias dan hari pelaksanaan juga terasa sangat mengesankan," ujarnya.

Menurut Ardhya, LPT XXXVI tidak hanya menjadi ajang pembelajaran teknis, tetapi juga proses penting dalam pembentukan karakter dan kesiapan mental. Kegiatan ini mengasah kemampuan peserta dalam beradaptasi, bekerja sama, dan menunjukkan perkembangan nyata selama penyelaman.

Dari Kolam Renang ke Laut Lepas: Lonjakan Ekspektasi yang Terlampaui

Andari Pratista Widayani dari Diklat 35 untuk pertama kalinya berperan sebagai senior diver dalam mendampingi para calon anggota baru. Baginya, momen tersebut bukan sekadar berbagi ilmu, melainkan pengalaman baru yang mengundang kekaguman terhadap perkembangan peserta.

"Saya salut karena mereka mampu beradaptasi, peka terhadap lingkungan, serta bekerja sama dengan baik meskipun baru pertama kali menyelam di laut," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Aulia Zahra Pratiwi, peserta dari Diklat 36. Ia mengaku terpesona sejak menjejakkan diri ke perairan Tulamben untuk pertama kali. Latihan di kolam renang terasa berbeda jauh dengan keindahan bawah laut yang dijumpainya.

"Rasanya seperti memasuki dunia yang berbeda. Saya bisa menyaksikan langsung kekayaan biota bawah laut yang begitu memukau," sebutnya.

Mencetak Penyelam Tangguh yang Peduli Ekosistem Laut

Melalui penyelenggaraan LPT XXXVI, Ardhya berharap para peserta tidak hanya keluar sebagai penyelam yang kompeten secara teknis, tetapi juga individu yang memiliki kesadaran mendalam akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.

"Pengalaman yang menantang sekaligus bermakna ini menegaskan posisi UKM sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya menghasilkan penyelam tangguh, tetapi juga individu yang peduli dan bertanggung jawab terhadap alam," harapnya.

Bagikan
Sumber: ugm.ac.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks