DENPASAR — Upacara Pemelaspasan Pewaregan dan Gedung Serbaguna Balai Banjar Batanpoh, Desa Sanur Kaja, Denpasar Selatan, berlangsung meriah dan sakral. Warga setempat menyambut langsung kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang didapuk sebagai saksi sakral dalam prosesi tersebut.
Suara tetabuhan gamelan berpadu dengan lantunan kidung suci dan tarian persembahan mewarnai jalannya upacara sejak pagi hari. Suasana semakin khidmat ketika rangkaian prosesi pemelaspasan dimulai.
Harapan untuk Sekehe Teruna-Teruni
Usai meninjau arsitektur dan fasilitas di dalam gedung yang baru rampung, Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong warga Banjar Batanpoh. "Astungkara, pembangunan pewaregan dan gedung serbaguna ini berjalan lancar. Kami berharap fasilitas baru ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi krama, terutama sebagai tempat interaksi sosial, keagamaan, serta wadah latihan seni dan kreativitas positif bagi anak-anak muda atau Sekehe Teruna-Teruni (STT) di Banjar Batanpoh," ujarnya.
Dibangun Sejak September 2025
Ketua Panitia Acara, I Wayan Sudiarta, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan ini telah dimulai sejak September 2025. Perencanaan matang dilakukan bersama warga sebelum akhirnya fasilitas banjar ini bisa diselesaikan hingga tahap pemelaspasan.
"Kami segenap warga Banjar Batanpoh, Sanur Kaja, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Denpasar, sehingga fasilitas banjar ini dapat diselesaikan dengan baik hingga hari ini dipelaspas," kata Sudiarta.
Komitmen Lestarikan Seni Bali
Pihak banjar berkomitmen penuh untuk mendorong generasi muda setempat memanfaatkan gedung serbaguna ini secara maksimal. Selain untuk kegiatan keagamaan dan interaksi sosial, tempat ini diharapkan menjadi pusat pelestarian kesenian Bali dan berbagai kegiatan positif lainnya.
Turut hadir mendampingi Walikota, anggota DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, Tokoh Penglingsir Sanur Ida Bagus Ngurah Mudita, serta jajaran tokoh adat dan dinas setempat.