Pencarian

GOW Badung Gandeng Wanita Islam Dorong Pengolahan Sampah Organik dari Rumah Tangga dengan Bag Komposter

Kamis, 28 Mei 2026 • 12:46:07 WIB
GOW Badung Gandeng Wanita Islam Dorong Pengolahan Sampah Organik dari Rumah Tangga dengan Bag Komposter
GOW Badung dan organisasi wanita Islam meluncurkan program pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan bag komposter.

BADUNG — GOW Badung bersama organisasi wanita Islam menginisiasi program pengolahan sampah organik dari rumah tangga. Program ini menggunakan bag komposter sebagai alat utama untuk mengubah limbah dapur menjadi pupuk organik. Langkah ini diambil untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Bag Komposter Jadi Solusi Pengolahan Sampah Rumah Tangga

Bag komposter merupakan kantong khusus yang dirancang untuk mengolah sampah organik secara aerob. Alat ini memungkinkan ibu rumah tangga mengompos sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan langsung di pekarangan rumah. Prosesnya relatif sederhana dan tidak membutuhkan lahan luas.

Dengan bag komposter, masyarakat tidak perlu lagi menunggu petugas sampah untuk mengambil limbah dapur mereka. Pupuk organik yang dihasilkan bisa langsung dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman di sekitar rumah. Inisiatif ini dinilai efektif mengurangi beban TPA yang kian penuh.

Siapa yang Terdampak Langsung dari Program Ini?

Sasaran utama program ini adalah ibu rumah tangga di wilayah Badung, khususnya yang tergabung dalam organisasi wanita Islam. Mereka mendapat pelatihan langsung cara menggunakan bag komposter dan merawat proses pengomposan. Ke depannya, para ibu ini diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Program ini juga berdampak pada pengurangan biaya pengelolaan sampah oleh pemerintah daerah. Jika setiap rumah tangga mampu mengolah sampah organiknya sendiri, volume sampah yang harus diangkut ke TPA bisa berkurang drastis. Hal ini sejalan dengan target pemerintah menuju zero waste.

Mengapa Pengolahan Sampah Organik Mendesak Dilakukan?

Sampah organik menyumbang lebih dari 50 persen total timbulan sampah di Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah organik menghasilkan gas metana yang memperparah efek rumah kaca. Di sisi lain, sampah organik yang tercampur dengan sampah anorganik sulit didaur ulang.

Melalui program ini, GOW Badung ingin membangun kesadaran bahwa sampah dapur bukanlah limbah yang tidak berguna. Dengan teknologi sederhana seperti bag komposter, sampah organik bisa diubah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Pupuk organik hasil kompos bahkan bisa dijual atau digunakan sendiri untuk berkebun.

Bagaimana Cara Bergabung dengan Program Ini?

Masyarakat yang tertarik bisa menghubungi GOW Badung atau organisasi wanita Islam setempat untuk mendapatkan pelatihan dan bag komposter. Program ini bersifat sukarela dan terbuka bagi seluruh warga Badung. Tidak ada biaya pendaftaran, peserta hanya perlu komitmen untuk mengolah sampah organik secara rutin.

GOW Badung juga berencana mengadakan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan efektif. Para peserta akan didampingi selama proses pengomposan hingga benar-benar mandiri. Jika berhasil, program ini akan diperluas ke lebih banyak kelurahan di Badung.

Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks