DENPASAR — Forum Semeton Karangasem (Sekar) tidak ingin menjadi sekadar perkumpulan warga perantauan. Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Bali pada Sabtu (18/7), organisasi ini menegaskan perannya sebagai motor penggerak pembangunan.
Data keanggotaan Sekar menunjukkan bahwa warga Karangasem di Denpasar mencapai 32 persen dari total penduduk. Angka ini dinilai bukan sekadar statistik, melainkan aset strategis yang harus dimaksimalkan.
Program Prioritas: Pendidikan dan Kapasitas Generasi Muda
Ketua Forum Sekar Bali, I Made Suniastha Amerta, secara spesifik menyebut pendidikan sebagai sektor yang akan menjadi prioritas utama. Ia menekankan bahwa organisasi tidak ingin programnya berjalan tanpa arah.
“Kami ingin menyentuh sebagai program prioritas yang bersentuhan dengan dunia pendidikan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kami ingin berbuat sesuatu agar potensi alam dan budaya yang ada bisa dikembangkan menjadi manfaat nyata secara ekonomi, sosial, dan lingkungan,” ujar Suniastha.
Forum Sekar membuka keanggotaan secara luas bagi siapa pun yang memiliki ikatan emosional dengan Karangasem. Langkah ini diambil untuk memperbesar potensi kolaborasi lintas sektor.
Kolaborasi dengan Puri Agung hingga Akademisi
Dalam implementasinya, Sekar akan menggandeng berbagai pihak, termasuk Puri Agung Karangasem, akademisi, dan praktisi. Tujuannya adalah melakukan kajian strategis agar setiap program yang dijalankan memberikan dampak berkelanjutan, baik bagi kampung halaman maupun warga diaspora di Denpasar.
Anggota DPD RI, IB Rai Dharmawijaya Mantra, yang turut hadir dalam rakerda, mengapresiasi konsistensi Sekar. Ia mendorong organisasi untuk tidak berhenti pada kegiatan spiritual dan keagamaan yang sudah berjalan baik.
“Kalau masalah pendidikan spiritual dan keagamaan, Forum Sekar sudah selesai dan berjalan baik. Sekarang yang dibutuhkan adalah hal-hal yang bersifat profesi, pembangunan usaha, serta penguatan modal budaya,” kata Rai Mantra.
Mencari Niche Pariwisata Karangasem
Rai Mantra juga menyoroti sektor pariwisata Karangasem yang dinilai belum tergarap maksimal. Menurutnya, daerah tersebut harus segera menentukan identitas atau niche market agar mampu bersaing di tingkat global.
“Kabupaten lain mungkin sudah banyak mengembangkan konsep wellness. Nah, Karangasem harus mencari topiknya sendiri, apakah fokus ke healing, tradisi aksara, atau yang lain. Ahli-ahli di Forum Sekar nanti yang akan mengolah ini. Mari kita mulai dari langkah kecil yang konkret untuk kemajuan Karangasem,” katanya.
Forum Sekar menargetkan program jangka pendek, menengah, hingga panjang sampai tahun 2029. Organisasi ini berkomitmen untuk adaptif terhadap program pemerintah dan berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.