BALI — Presiden Nissan Motor Ivan Espinosa mengumumkan strategi baru yang memangkas waktu pengembangan model dari biasanya menjadi hanya 2,5 tahun. Target ini disebut sebagai respons atas tekanan pasar yang menuntut model-model populer lebih cepat hadir, setelah penjualan global Nissan pada tahun fiskal 2025 turun 6 persen menjadi 3,15 juta unit.
"Sebagian besar hal ini dibangun di atas kemampuan AI dan pemanfaatan alat-alat baru, lebih banyak alat digital dalam fase desain, dalam fase pengujian, dalam fase manufaktur," kata Espinosa kepada Nikkei Asia, Jumat (12/6).
Ilmu dari Dongfeng, Sasis Global untuk Lima SUV dan Pikap
Percepatan ini bukan tanpa modal. Nissan disebut sudah mengantongi ilmu dari mitra usaha patungannya di China, Dongfeng Motor. Mobil listrik Dongfeng Nissan N7 yang meluncur April 2025 menjadi bukti awal, dengan periode pengembangan yang dipersingkat menjadi hanya dua tahun.
"Saat ini China menetapkan standar industri masa depan dalam hal teknologi, daya saing biaya, dan waktu pengembangan," ujar Espinosa. "Belajar dari Tiongkok dan mengekspor pengetahuan dari Tiongkok."
Strategi global ini akan bertumpu pada standarisasi sasis dan komponen inti. Sasis pertama ditujukan untuk mobil keluarga yang akan diproduksi di pabrik Nissan di Canton, Mississippi, Amerika Serikat. Nissan berencana meluncurkan lima SUV dan pikap—termasuk di bawah merek mewah Infiniti—serta satu model untuk Mitsubishi Motors sebagai produksi OEM, semuanya paling lambat tahun fiskal 2028.
80 Persen Penjualan Global Hanya dari Tiga Keluarga Model
Nissan berencana menguasai 80 persen penjualan globalnya hanya dengan total tiga keluarga model, termasuk mobil keluarga ringkas di Jepang. Langkah ini radikal mengingat saat ini penjualan Nissan di Jepang turun 13 persen menjadi sekitar 400 ribu unit. Perusahaan memasang target menjual 550.000 unit per tahun di Jepang pada tahun fiskal 2030, yang membutuhkan peningkatan 40 persen dalam lima tahun.
Untuk membalikkan keadaan, Nissan akan meluncurkan tujuh model baru dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Dimulai dengan Leaf EV terbaru yang mulai dijual Januari, disusul Skyline yang telah dihidupkan kembali. Espinosa menyebut ini sebagai laju peluncuran model baru tercepat dalam sejarah Nissan.
Perusahaan juga mempertimbangkan mengembangkan model yang diposisikan di antara mobil ringkas Note dan minivan Serena. Selain itu, versi selanjutnya dari mobil sport ikonik GT-R sedang dikerjakan, meski detailnya belum diungkap.
Nissan akan menerapkan metode pengembangan cepat ini untuk 90 persen kendaraan barunya dalam tahun fiskal 2026. Menurut perusahaan, pengembangan yang lebih cepat memungkinkan mereka merespons preferensi konsumen dan perubahan kebijakan negara dengan lebih gesit.