JAKARTA — Pasar modal Indonesia mengawali akhir pekan dengan sentimen positif setelah IHSG berhasil bangkit ke level 6.000-an. Berdasarkan data perdagangan RTI, indeks langsung dibuka menguat di level 6.010,33 dan terus meroket dalam lima menit pertama perdagangan.
Pada pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat naik 15,16 poin atau 0,25 persen ke posisi 6.014,2. Level tertinggi indeks sempat menyentuh 6.045,25, sementara level terendahnya berada di 5.999,12 — nyaris menyentuh batas psikologis 6.000.
Volume Transaksi Capai 1,1 Miliar Saham
Aktivitas perdagangan pagi ini tergolong ramai. Sebanyak 255 saham tercatat menguat, 208 saham melemah, dan 201 saham lainnya stagnan. Volume perdagangan mencapai 1,1 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 750,8 miliar.
Frekuensi perdagangan pagi ini tercatat sebanyak 105.536 kali. Artinya, dalam waktu kurang dari satu jam, rata-rata terjadi lebih dari 1.000 transaksi per menit.
IHSG Masih Tertekan 30 Persen Sejak Awal Tahun
Meski berhasil menghijau hari ini, tekanan terhadap IHSG masih terasa. Secara year to date, indeks tercatat masih melemah hingga 30,44 persen. Secara tahunan, pelemahan mencapai 15,79 persen — menunjukkan bahwa pemulihan masih berjalan lambat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pelaku pasar tampak masih wait and see. Sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga acuan AS dan pergerakan nilai tukar rupiah masih menjadi faktor utama yang membayangi laju indeks.
Belum ada pernyataan resmi dari Bursa Efek Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan terkait pergerakan IHSG hari ini. Namun, penguatan tipis di awal sesi ini setidaknya memberi sedikit ruang napas bagi investor ritel yang selama sepekan terakhir melihat portofolionya terkoreksi.