Pencarian

Disbud Bali Gelar Lomba Permainan Anak Tradisional di PKB 2026, Ada Metajog hingga Kelik-kelikan

Kamis, 02 Juli 2026 • 22:25:01 WIB
Disbud Bali Gelar Lomba Permainan Anak Tradisional di PKB 2026, Ada Metajog hingga Kelik-kelikan
Disbud Bali menggelar lomba permainan anak tradisional di PKB 2026 untuk melestarikan budaya lokal.

DENPASAR — Kepala Bidang Tradisi Warisan Budaya Disbud Bali I Putu Sutaryana menyatakan pemilihan jenis permainan itu tidak sembarangan. Seluruhnya berkaitan dengan tema besar PKB tahun ini, Atma Kerthi, yang bermakna penyucian jiwa.

Warisan Kerajaan yang Mulai Terlupakan

“Ini permainan budaya kita, kan sejak zaman kerajaan-kerajaan kita dari dulu memang mengenal budaya ini, sekarang kita kembangkan lagi ingatkan kepada generasi muda agar tidak dilupakan budaya-budaya ini,” kata Sutaryana di Denpasar, Kamis.

Ia menekankan bahwa permainan tradisional adalah warisan leluhur yang melekat dalam kehidupan masyarakat Bali sejak dahulu. Namun, seiring perkembangan zaman, anak-anak kini lebih akrab dengan gawai ketimbang plalianan (permainan) di halaman.

Anggaran Jadi Tantangan, Denpasar-Badung Diuntungkan

Disbud Bali mengakui ada kendala dalam pelaksanaan lomba ini, terutama soal anggaran di tingkat kabupaten/kota. Setiap permainan membutuhkan banyak peserta anak, yang berarti biaya latihan hingga lomba tidak sedikit.

“Kemampuan kabupaten/kota di Bali terbilang tidak rata. Denpasar, Badung, dan Gianyar dipastikan bisa mengikuti seluruh lomba. Sementara Karangasem harus memilih mana yang sanggup dianggarkan dan tidak,” ujar Sutaryana. Meski begitu, ia berharap semangat pelestarian tidak surut hanya karena keterbatasan dana.

Cerita di Balik Permainan Kelik-kelikan

Salah satu permainan yang akan diperkenalkan adalah plalianan kelik-kelikan dari Desa Sulahan, Bangli. Permainan ini mengisahkan desa yang kekeringan dengan satu sumber mata air yang menjadi rebutan antara masyarakat dan burung kekelik, sejenis elang berparuh tajam.

Dalam cerita rakyat itu, datanglah burung goak atau gagak yang memburu burung kekelik. Masyarakat setempat menganggap burung goak tengah membantu mereka terhindar dari ancaman.

40 Anak dari Sanggar Suradiva Siap Tampil

Pembina Komunitas Sanggar Seni Suradiva I Ketut Gede Agus Adi Saputra mengatakan pihaknya akan membawa 40 anak untuk memainkan kelik-kelikan di panggung PKB. Dalam implementasinya, puluhan anak membentuk lingkaran. Dua anak berperan sebagai burung goak dan burung kekelik yang saling mengejar, sementara anak-anak lain yang membentuk lingkaran bertugas menghalangi.

“Selain melestarikan tradisi, permainan ini mengajarkan anak konsentrasi dan berolahraga secara tidak langsung,” kata Gede Agus.

PKB XLVIII Tahun 2026 sendiri diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali permainan tradisional Bali. Bukan sekadar tontonan, tetapi juga pengingat bahwa bermain bisa menjadi media belajar nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal.

Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks