TABANAN — Sebanyak 23.000 kilogram benih padi hibrida dan 2.325 kilogram bibit jagung mulai didistribusikan ke sejumlah subak di Kecamatan Selemadeg Timur, Kerambitan, dan Selemadeg Barat. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, mengatakan penyaluran ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah terhadap keberlanjutan sektor pertanian.
Jatah untuk Subak Jagung dan Padi
Untuk komoditas jagung, bantuan menyasar tiga subak. Subak Serampingan di Desa Serampingan, Subak Gede Mambang di Desa Mambang, serta Subak Penyalin di Desa Samsam. Total lahan yang akan ditanami mencapai 155 hektare.
Sementara itu, benih padi hibrida diberikan kepada 17 subak. Cakupan lahannya lebih luas, mencapai 920 hektare. “Program ini bentuk dukungan pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan pertanian di Kabupaten Tabanan,” ujar Ekayana.
Bukan Hanya Benih, Pupuk dan Alsintan Juga Disiapkan
Pemkab Tabanan tidak berhenti pada penyediaan benih. Para petani juga mendapatkan bantuan sarana produksi berupa pupuk urea, SP-36, ZA, NPK, dan pupuk organik yang disalurkan secara rutin.
Di sisi lain, mekanisasi pertanian terus diperkuat. Hingga saat ini, hampir 1.000 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) telah disalurkan ke lebih dari 500 kelompok tani. Alsintan yang diberikan meliputi traktor roda dua dan empat, cultivator, hand sprayer, pompa air, kendaraan roda tiga, rice transplanter, hingga traktor roda crawler.
Penyaluran Disesuaikan dengan Kebutuhan Wilayah
Ekayana menegaskan, setiap bantuan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah. Langkah ini diambil agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal dan menciptakan pemerataan pelayanan bagi kelompok tani. “Dengan penyaluran yang disesuaikan kebutuhan, diharapkan produktivitas pertanian di Tabanan tetap terjaga,” pungkasnya.