Pencarian

Komisi IX DPR Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Tutik Kusuma Wardhani Soroti Korupsi Pembelian Motor di Bali

Kamis, 09 Juli 2026 • 23:26:31 WIB
Komisi IX DPR Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Tutik Kusuma Wardhani Soroti Korupsi Pembelian Motor di Bali
Komisi IX DPR mendukung program Makan Bergizi Gratis untuk meningkatkan ekonomi desa.

DENPASAR — Program Makan Bergizi Gratis disebut memiliki dampak berganda bagi ekonomi desa. Tutik Kusuma Wardhani menilai dapur MBG yang tersebar di setiap desa mampu menyerap hasil bumi petani, peternak, dan nelayan secara langsung tanpa melalui rantai pasar yang panjang.

"Dapur MBG itu harus belanja ke masyarakat desa. Siapa mereka? Petani, peternak, dan nelayan. Selama ini mereka berjuang keras memasarkan hasil buminya. Sekarang, hasil produksi mereka langsung diserap oleh dapur desa," ujar Tutik dalam keterangannya di Denpasar.

Ia memastikan harga beli bahan baku dari dapur MBG sudah mengacu pada standar yang ditetapkan dinas perdagangan. Hal ini, menurutnya, untuk melindungi petani dari praktik harga yang merugikan.

Makan Bersama Hapus Kesenjangan Sosial

Dari sisi penerima manfaat, Tutik menyoroti kondisi anak-anak sekolah di pedesaan yang kerap datang tanpa bekal. Menu bergizi seimbang dari MBG diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar dan kesehatan siswa.

Ia juga melihat nilai sosial dari program ini. "Makan bersama ini menumbuhkan rasa kebersamaan tanpa membeda-bedakan status sosial antara yang kaya dan miskin. Bahkan, anak-anak yang tadinya tidak suka sayur menjadi terstimulasi untuk makan sayur karena melihat teman-temannya," ungkapnya.

Catatan Kritis: Dana Mengalir ke Aset Tak Relevan

Meski mendukung, Tutik memberikan teguran keras terkait pengelolaan anggaran. Ia menyoroti temuan pembelanjaan aset yang tidak ada kaitannya dengan kebutuhan operasional program.

"Saya sangat tidak apresiasi tentang korupsi, terutama pembelian sepeda motor yang tidak ada relevansinya dengan kebutuhan makan bergizi," tegas Tutik.

Ia menyayangkan pengeluaran tersebut tidak dilaporkan secara transparan ke Komisi IX. "Kami tidak tahu, karena yang dilaporkan hanya pengeluaran gelondong. Kami pikir, kalau semua dapur di Indonesia sudah operasional, wajar itu dengan dana itu. Tetapi yang terjadi, ada pembelian-pembelian yang tidak ada relevansinya," lanjutnya.

Masyarakat Diminta Awasi Kualitas Makanan

Untuk mengantisipasi penyelewengan bahan pangan, seperti kualitas daging ayam atau beras yang buruk, Tutik meminta seluruh lapisan masyarakat ikut melakukan pengawasan.

"Pengawasan itu bisa dilakukan oleh saya sebagai anggota DPR, hingga masyarakat secara luas. Saya sudah pastikan kepada pihak sekolah, begitu menerima makanan dari dapur MBG ini, harus betul-betul dipantau. Kalau memang sudah terasa tidak enak, harus dikomplain dapurnya," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: balikonten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks