Pencarian

Penjahit di Badung Minta Maaf Usai Viral Cekcok dengan Pelanggan dan Ucapan Bernada SARA

Minggu, 19 Juli 2026 • 17:12:31 WIB
Penjahit di Badung Minta Maaf Usai Viral Cekcok dengan Pelanggan dan Ucapan Bernada SARA
Pemilik usaha jahit Sintya Tailor di Badung menyampaikan permintaan maaf melalui Facebook atas ucapan bernada SARA saat cekcok dengan pelanggan.

BADUNG — Pemilik usaha jahit Sintya Tailor, Ni Made Tiadnyani, angkat bicara setelah video pertengkarannya dengan seorang pelanggan perempuan di Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, viral di jagat maya. Dalam video yang beredar luas, ia terlihat marah-marah dan melontarkan hinaan bernada suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) hingga ancaman pembunuhan.

Pada Minggu pagi (19/7/2026), melalui akun Facebook pribadinya, perempuan yang akrab disapa Bu Sintya itu meminta maaf. "Tiang (saya) minta maaf dan ampura (mohon maaf) sareng semeton sareng sami (kepada saudara sekalian) kalau ada salah dengan pelanggan. Tiang tidak pernah mengejek dan menghina sesama orang Bali maupun orang luar Bali sedunia se-Indonesia," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Pemicu Cekcok: Keterlambatan Servis Kemeja

Keributan itu dipicu oleh keterlambatan pengerjaan pesanan. Menurut Sintya, pelanggan perempuannya membawa tiga setel kemeja kerja pria milik pacarnya dan satu kemeja kerja miliknya sendiri. Total biaya pengerjaan untuk tiga baju milik pacar pelanggan adalah Rp 75.000—masing-masing Rp 25.000 untuk mengecilkan badan dan memotong bagian bawah. Sementara servis kancing lepas milik pelanggan perempuan hanya Rp 10.000.

"Istilahnya ada saja yang ketinggalan. Saya sudah kasih tahu waktu buat nunggu 15 menit saja. Ya sesuai video itu dah, saya kerjakan," ujar Sintya saat ditemui, Sabtu (18/7/2026). Ia mengakui beberapa baju belum sempat dikerjakan karena banyaknya pesanan kebaya yang menumpuk.

Sintya mengaku kata-kata kasar dan bernada SARA itu keluar secara spontan karena emosi. "Sebenarnya saya nggak bermaksud mengejek atau menghina orang. Itu saya ucapkan karena murni kesal, marah. Saya akui salah mengucap itu tapi murni ada penyebabnya," katanya.

Pelanggan Diminta Lebih Sabar

Dalam unggahan di Facebook, Bu Sintya juga mengeluhkan perlakuan pelanggan yang dinilainya kasar. "Kalau tiang bilang tunggu 25-30 menit, tiang mohon sabar dan tenang duduk dulu, jangan juga mencaci maki tiang. Dicaci maki anak ABG itu tiang kesal dan kecewa, kayak buruh apa tiang tidak boleh makan dan istirahat," keluhnya.

Ia menambahkan bahwa selama menjalankan usaha sejak 2006, ia kerap menerima kekecewaan dari pelanggan namun berusaha bersabar. "Kalo ada pelanggan dak puas tiang minta maaf maaf maaf ampuro nggih," tulisnya.

Sempat Saling Memaafkan, Satu Baju Masih Tertinggal

Sesaat setelah cekcok, Sintya mengaku bertemu pacar pelanggan perempuan tersebut dan saling bermaafan. Saat itu, ia langsung menyerahkan kemeja yang sudah diservis. Namun, satu kemeja milik pelanggan perempuan hingga kini belum diambil.

"Saya sudah minta maaf ke pacarnya, begitu sebaliknya. Tapi yang bersangkutan pergi duluan. Saya bilang, saya nggak ada siram pakai air sisa makanan ke ceweknya itu. Saya bilang, kalau saya siram, bajunya pasti basah. Tapi di video, saya dituduh menyiram," tuturnya.

Rekaman video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @hiddenbhylda. Akun itu menarasikan bahwa Sintya Tailor beberapa kali tak menepati janji penjahitan baju hingga akhirnya terjadi keributan seperti yang terekam.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks