SINGARAJA — Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng dan Universitas Terbuka (UT) tengah mematangkan rencana kerja sama strategis yang berfokus pada digitalisasi layanan perpustakaan dan kearsipan. Pembahasan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) digelar secara virtual pada Senin, menandai keseriusan kedua institusi untuk menghadirkan layanan berbasis teknologi informasi bagi warga Buleleng.
Dukungan Penuh Pemkab untuk Transformasi Digital Perpustakaan
Pemerintah Kabupaten Buleleng memberikan dukungan penuh terhadap rencana kolaborasi ini. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi peningkatan pelayanan publik dan penguatan literasi di daerah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Terbuka atas komitmennya menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Pada prinsipnya kami berkomitmen menjalankan PKS ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan sekaligus memberikan manfaat positif bagi Universitas Terbuka," ujarnya dalam rapat tersebut.
Dari Letter of Intent ke Perjanjian Kerja Sama
Proses kerja sama ini telah dimulai sejak penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada 5 Juni 2026. Kepala DAPD Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menjelaskan bahwa saat ini pembahasan sudah memasuki tahap penyusunan PKS yang lebih rinci. Fokus utama kesepakatan ini mencakup peningkatan kualitas layanan, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas kelembagaan perpustakaan serta kearsipan.
"Universitas Terbuka berkomitmen membantu meningkatkan kompetensi SDM pengelola perpustakaan. Selain itu, fokus utama kami adalah adopsi teknologi melalui peningkatan kualitas layanan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi," kata Dody.
Bimbingan Teknis dan Sistem Informasi Modern untuk Warga
Melalui kerja sama ini, UT direncanakan akan memberikan bimbingan teknis dan pelatihan penggunaan sistem informasi perpustakaan modern. Dody menambahkan bahwa penerapan sistem berbasis daring akan memudahkan masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan pemangku kepentingan untuk mengakses informasi ketersediaan buku serta koleksi perpustakaan daerah secara cepat.
"Harapannya, masyarakat dapat mengakses koleksi perpustakaan secara lebih mudah melalui sistem berbasis online sehingga minat baca dan budaya literasi di Kabupaten Buleleng terus meningkat," kata Dody.
Digitalisasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemudahan akses, tetapi juga memperluas jangkauan layanan literasi kepada seluruh lapisan masyarakat di Buleleng. Pemkab berharap kerja sama ini dapat segera direalisasikan untuk menghadirkan layanan perpustakaan yang lebih modern, adaptif, dan berbasis teknologi di era digital.