DENPASAR — Pemerintah pusat memastikan pembangunan marina kelas dunia di Pelabuhan Benoa menjadi prioritas untuk mengerek kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya segmen premium. Menko IPK AHY, saat meninjau lokasi di Denpasar, Selasa, mengatakan permintaan terhadap wisata cruise dan kapal layar mewah meningkat 7,5 persen setiap tahun.
Dampak Ekonomi Berlipat dari Wisatawan Kapal Pesiar
Menurut AHY, kehadiran wisatawan kelas atas tidak sekadar meningkatkan okupansi hotel. Mereka disebut kerap tinggal dalam waktu lama, bahkan hingga bertahun-tahun, sehingga konsumsi harian mereka terhadap produk lokal—mulai dari kuliner, budaya, hingga pusat perbelanjaan—akan berlipat ganda.
"Mereka bepergian kemudian tinggal di sini bukan hanya berminggu-minggu atau berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Artinya, mereka juga akan terus memiliki konsumsi atau melakukan konsumsi di Bali ini," ujar AHY dalam keterangan resmi yang diterima di Denpasar.
Spesifikasi Marina: 188 Yacht hingga Fasilitas Hiburan
Proyek BMTH di Pelabuhan Benoa dirancang untuk menampung 188 kapal layar mewah dari berbagai skala, termasuk super yacht dan mega yacht. Selain itu, area tambat juga disiapkan untuk lima kapal pesiar besar secara bersamaan.
Pengembangan tidak hanya berhenti pada dermaga. Kawasan ini akan dilengkapi fasilitas air, listrik, dan dok kokoh berteknologi terkini. Di sekitarnya, akan dibangun pusat hiburan, pusat perbelanjaan, serta taman ruang terbuka hijau.
Regulasi dan Investasi Jadi Pekerjaan Rumah
Menko AHY mengakui bahwa pengembangan marina membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Pemerintah, kata dia, tengah merapikan regulasi yang masih tumpang tindih dan membuka ruang investasi yang lebih kondusif.
"Ini adalah sebuah bentuk kerja sama yang baik. Pemerintah mengapresiasi dan mendorong melalui sejumlah isu, di antaranya regulasi di sana-sini yang masih perlu dirapikan, kemudian membuka ruang yang lebih kondusif dan tentunya menjanjikan bagi investasi," tegasnya.
Target 2028: Gerbang Baru Wisata Bahari Premium
Dengan target penyelesaian tahun 2028, pemerintah optimistis marina ini akan menjadi gerbang utama wisata bahari premium di Indonesia timur. Kehadiran wisatawan super kaya diharapkan mampu mendongkrak devisa sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Bali secara langsung.