Pencarian

Pembibit Lele di Badung Andalkan KUR BRI, Kapasitas Produksi Naik Jadi 360 Ribu Ekor per Siklus

Jumat, 31 Juli 2026 • 23:57:31 WIB
Pembibit Lele di Badung Andalkan KUR BRI, Kapasitas Produksi Naik Jadi 360 Ribu Ekor per Siklus
Pembibit lele di Badung, I Nyoman Miasa, meningkatkan kapasitas produksinya hingga 360 ribu ekor per siklus setelah memanfaatkan KUR BRI.

BADUNG — Usaha pembibitan lele milik I Nyoman Miasa di Banjar Panglan Kelod, Desa Kapal, Badung, kini mencatat kapasitas produksi hingga 360 ribu ekor bibit per siklus. Bibit lele jenis Sangkuriang yang dihasilkan dipasarkan dalam ukuran 4 hingga 9 sentimeter ke sejumlah daerah di Bali, mulai dari Gianyar, Klungkung, Tabanan, hingga Singaraja.

Pria berusia 35 tahun itu mengawali usahanya pada 2017 dengan modal pribadi Rp17 juta untuk membangun kolam terpal. Pilihan jatuh pada usaha pembibitan karena masa produksinya lebih singkat dibanding pembesaran, sementara permintaan dari para pembudidaya dinilai stabil.

Kebutuhan Modal Besar, Pakan Jadi Biaya Terbesar

Di balik kapasitas produksi yang terus meningkat, Miasa mengungkapkan bahwa usaha pembibitan menyerap modal kerja yang tidak sedikit. Biaya operasional terbesar berasal dari pakan, terutama cacing sutra yang diberikan pada benih yang baru menetas selama 15–20 hari sebelum beralih ke pelet.

Dalam satu siklus produksi, kebutuhan cacing sutra mencapai Rp88,7 juta, sementara biaya pelet sekitar Rp15,3 juta. Kualitas air juga menjadi perhatian utama, dengan penggunaan air sumur dan penggantian air kolam secara berkala agar benih tidak mudah terserang penyakit.

KUR BRI Jadi Penopang Ekspansi Usaha

Kebutuhan modal yang besar mendorong Miasa memanfaatkan fasilitas KUR BRI. Pembiayaan pertama yang diterimanya sebesar Rp25 juta, kemudian meningkat menjadi Rp100 juta seiring dengan perkembangan usaha.

“Kebutuhan modal di usaha pembibitan memang cukup besar, terutama untuk pakan karena itu yang paling banyak menyerap biaya. Dengan adanya KUR BRI, saya lebih terbantu untuk menambah modal kerja sehingga produksi bisa terus berjalan dan permintaan pelanggan tetap bisa kami penuhi,” ujar Miasa.

Tambahan modal tersebut dialokasikan untuk pembelian pakan, pemeliharaan kolam, dan menjaga kelancaran produksi. Miasa berharap usahanya terus berkembang sehingga jangkauan pemasaran bibit lele bisa meluas ke lebih banyak daerah di Bali.

BRI Dorong Pembiayaan Sektor Produktif di Bali

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyatakan bahwa akses pembiayaan menjadi pendorong bagi UMKM produktif untuk meningkatkan kapasitas usaha. Sektor perikanan budidaya dinilai memiliki potensi besar karena mendukung rantai pasok pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“KUR BRI hadir untuk memberikan akses pembiayaan kepada pelaku UMKM yang memiliki usaha produktif dan prospektif. Kami berharap pembiayaan ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat modal kerja, meningkatkan produktivitas, serta memperluas kesempatan usaha sehingga UMKM dapat tumbuh secara berkelanjutan,” kata Hery.

BRI berkomitmen terus mendorong penyaluran KUR ke sektor-sektor produktif agar semakin banyak pelaku UMKM yang mampu meningkatkan skala usaha dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Bagikan
Sumber: kanalbali.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks