NEGARA — Tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap Asmuri (43), nelayan asal Banjar Pesinggahan, Desa Medewi, yang hilang di perairan Pantai Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. Korban diduga terjatuh dari jukungnya saat melaut seorang diri pada Jumat (31/7) sekitar pukul 23.00 WITA.
Kecurigaan pertama muncul ketika nelayan lain menemukan jukung milik korban dalam keadaan terombang-ambing tanpa awak pada Sabtu dini hari, sekitar pukul 00.00 WITA. Perahu tersebut ditemukan di posisi 100 meter arah selatan bibir pantai. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) baru menerima laporan kejadian ini pada pukul 05.45 WITA dari Polairud Polres Jembrana.
Drone Thermal Diterbangkan untuk Deteksi Suhu Tubuh di Permukaan Laut
Operasi pencarian hari pertama resmi dimulai pukul 07.20 WITA dengan menurunkan satu unit rubber boat dari Pantai Yeh Sumbul. Tiga personel menyisir area di sekitar lokasi penemuan jukung selama dua jam, namun hasilnya masih nihil.
Pada sore hari pukul 14.20 WITA, tim SAR gabungan mengoptimalkan pencarian dengan menerbangkan drone thermal. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi suhu panas di permukaan air guna mencari keberadaan korban dari udara. Meski pemantauan intensif dilakukan hingga pukul 15.25 WITA, tanda-tanda keberadaan Asmuri belum juga ditemukan.
Penyisiran Darat Sepanjang 2 Kilometer dan Konfirmasi ke Warga
Selain penyisiran laut dan pemantauan udara, tim juga melakukan penyisiran darat sejauh dua kilometer ke arah barat dari Pantai Yeh Sumbul. Dalam penyisiran ini, petugas menggali informasi dari wisatawan dan warga setempat yang mungkin melihat korban atau mengetahui kejadian tersebut.
Operasi SAR ini melibatkan kekuatan penuh dari berbagai instansi dan potensi masyarakat, termasuk Basarnas, Polairud Polres Jembrana, TNI, BPBD, serta nelayan setempat yang turut membantu proses pencarian.
Pencarian Hari Pertama Dihentikan, Area Penyisiran Akan Diperluas
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyatakan bahwa operasi pencarian hari pertama resmi dihentikan pada Sabtu (1/8) petang dengan hasil nihil. Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu (2/8) pagi dengan memperluas area penyisiran.
"Operasi dilaksanakan secara maksimal dengan mengerahkan seluruh potensi yang tersedia. Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Minggu (2/8) pagi dengan memperluas area penyisiran," pungkas I Nyoman Sidakarya.
Perairan selatan Bali sendiri tengah berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Denpasar sebelumnya merilis prakiraan cuaca yang menyebutkan tinggi gelombang laut masih berpotensi mencapai 2,5 meter di perairan selatan Bali, termasuk wilayah sekitar Jembrana.