BANGLI — Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Pusat Bala Praja I Made Bambang Gede Adi, didampingi Penasihat Guru Wayan Suwita dan Ketua Pengurus Kecamatan se-Bali. Pengrajeg Karya Pura Ulun Danu Songan menerima punia jatu tersebut mewakili pengempon pura.
Dana dan barang dikumpulkan dari para tokoh serta anggota Bala Praja di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Prosesi penyerahan dihadiri ratusan anggota sebagai wujud kebersamaan.
Punia Jatu untuk Kelancaran Upacara
Punia jatu yang diserahkan meliputi kebutuhan upacara dan konsumsi. Rinciannya sebagai berikut:
- Uang tunai Rp20.000.000
- Beras 275 kg
- Pisang 25 tandan
- Kelapa besar 155 biji
- Busung 3 ikat, slepaan 2 ikat, dan ron jaka 3 ikat
- Kelapa daksina 1 nampil
- Kopi 10 kg dan gula 25 kg
- Air mineral 60 dus
- Kasa 18 pice
- Telur ayam 25 krat dan telur bebek 5 krat
- Jeruk sumaga 80 kg
- Dupa 15 bungkus
Pihak pura menyampaikan terima kasih atas bakti dan ketulusan Semeton PGSDT se-Bali dalam mendukung pelaksanaan karya.
Ngayah dan Mempererat Rasa Menyama
Ketua Bala Praja Pusat I Made Bambang Gede Adi mengapresiasi partisipasi seluruh tokoh dan anggota. Ia berharap semeton yang terlibat selalu diberi keselamatan dan kesehatan.
"Semoga Bala Praja warih Dalem Tarukan sejahtera selalu," ujarnya.
Senada, I Gede Agus Nopi Sugita, S.H., M.H., bidang advokasi di PGSDT Pusat, menilai kegiatan ini tidak sekadar pemberian bantuan. "Kegiatan ini selain ngayah kepada Ida Betara juga sebagai wadah lebih mendekatkan dan mempererat rasa menyama antar pasemetonan 'eling ring kawitan guyub ring semeton'," ungkap Agus Sugita.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian semeton terhadap kelancaran rangkaian upacara di Pura Ulun Danu Songan.