BALI — Keputusan itu diumumkan langsung Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, usai rapat pimpinan yang digelar sejak pukul 06.00 WIB. Dalam rapat tersebut, hasil pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat yang diduga bermain judi online dibahas hingga tuntas sebelum akhirnya diambil sanksi tegas.
"Hari ini kami rapat mulai jam 06.00 pagi tadi. Kemudian pertemuan, ada yang kami tindak pejabat eselonnya—tidak usah disebut—sebanyak 13 orang kami copot karena tidak disiplin, ikut judi online. Kami copot semua 13," kata Amran.
Pencopotan ini bukan tanpa dasar. Sebelum menjatuhkan sanksi, Kementan menerima laporan dugaan keterlibatan pejabat dalam judi daring. Laporan itu kemudian diverifikasi menyeluruh, termasuk menelusuri data transaksi dan deposit masing-masing pejabat.
Deposit Judi Online Mencapai Rp 200 Juta
Dari hasil penelusuran, terdapat pejabat yang nilai setoran atau deposit judi daringnya mendekati Rp 200 juta. Angka itu, menurut Amran, memperkuat alasan pemberhentian permanen. Ia menegaskan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam judi online tidak bisa ditoleransi karena bertentangan dengan nilai agama, etika pelayanan publik, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
"Karena kasihan pada anaknya, kasihan pada istrinya. Masa saya lebih sayang anaknya daripada mereka? Itulah bukti cinta saya pada mereka. Ini saya harus pertanggungjawabkan," ujar Amran.
Pembinaan Sebelumnya Tak Digubris
Menurut Amran, sebagian dari 13 pejabat tersebut sebenarnya sudah pernah menerima pembinaan dan peringatan karena pelanggaran serupa. Namun mereka kembali mengulangi perbuatannya—sesuatu yang membuat pencopotan permanen menjadi opsi terakhir yang tak terhindarkan.
Amran menegaskan kebijakan tegas ini merupakan bentuk pembinaan agar seluruh pegawai menyadari konsekuensi pelanggaran disiplin. Ia juga menyebut langkah ini sebagai peringatan bagi sekitar 52 ribu pegawai lain di lingkungan Kementan.
"Saya sebagai bapaknya mereka-mereka, saya harus membina ke jalan yang baik. Bina mereka supaya menjadi manusia yang baik, pelayan yang baik, pegawai teladan, ASN teladan. Jadi saya wajib membinanya," kata Amran.
Tak Berkaitan dengan Dugaan Korupsi
Amran menegaskan pencopotan kali ini murni karena keterlibatan judi daring, bukan karena dugaan tindak pidana korupsi. Ia memastikan tidak ada kaitan antara dua hal tersebut, meski beberapa kasus korupsi tengah berproses di kementerian yang dipimpinnya.
Pemberhentian permanen ini sekaligus menjadi pesan bahwa ASN harus memberikan teladan kepada masyarakat. Pejabat yang terbukti melanggar integritas tidak layak dipertahankan dalam jabatannya, apa pun posisinya.
Pelayanan Kementan Tetap Berjalan Normal
Meski 13 pejabat dicopot, Amran memastikan kinerja Kementerian Pertanian tidak terganggu. Ia telah meminta Inspektorat Jenderal bersama Sekretariat Jenderal Kementan segera menyiapkan pengganti untuk mengisi jabatan yang kosong. "Kami punya sekitar 52 ribu pegawai, semua jabatan yang kosong langsung diisi pengganti," tuturnya.
Langkah tegas ini menjadi sinyal bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan Amran serius memberantas judi online di kalangan aparatur, sekaligus menjaga marwah institusi yang membidangi pangan nasional.