Pencarian

Manhunt: Potret Nihilisme Generasi Muda Kanada yang Digarap dengan Cahaya Inframerah

Rabu, 09 September 2026 • 20:16:02 WIB
Manhunt: Potret Nihilisme Generasi Muda Kanada yang Digarap dengan Cahaya Inframerah
Dua pemuda melintasi perbatasan utara Kanada dalam film "Manhunt", yang tayang di Locarno Film Festival ke-79.

BALI — Toronto, Kanada – Sinema independen kembali melahirkan karya yang mengganggu sekaligus memikat. Manhunt, film fitur kedua sutradara Wayne Wapeemukva, berhasil membuat penonton Locarno Film Festival ke-79 tercengang. Percakapan tentang film ini terus bergulir lama setelah lampu bioskop menyala kembali.

Film ini bukan sekadar dokumentasi fakta. Wapeemukva merangkainya menjadi perumpamaan gelap tentang generasi yang kehilangan arah. Ia menyebutnya sebagai eksplorasi atas "nihilisme di jantung kehidupan anak-anak ini. Secara daring, kami menyebutnya blackpilled," ujarnya kepada The Hollywood Reporter.

Perjalanan Dua Pemuda yang Berujung Petaka

Naskah yang ditulis Wapeemukva bersama Anna-Lena Theobald ini berangkat dari rentetan pembunuhan nyata di Kanada pada 2019. Dua pemuda mencoba kabur dari kehidupan buntu dengan melintasi perbatasan utara Kanada. Perjalanan darat itu justru berubah menjadi petualangan kelam dengan konsekuensi besar bagi diri mereka dan orang-orang di sekitar.

Debut Sinematografer yang Menggetarkan

Di balik visual yang intens, ada nama Jonathan Glendon. Sinematografer asal Toronto ini baru pertama kali menggarap film panjang, namun gaya sensorisnya berhasil memvisualisasikan kekacauan mental kedua tokoh utama. Ketertarikannya pada karya Glendon membuat sesi diskusi pasca-pemutaran dipenuhi pertanyaan penonton.

Glendon mengaku terinspirasi legenda sinematografer Belanda, Robbie Müller, terutama dalam Breaking the Waves. "Saya ingat menonton film itu dan bertanya-tanya, mengapa film ini berwarna sepia dan cokelat? Lima menit berlalu, Anda benar-benar lupa tentang warnanya, tapi Anda masih merasakannya," kenangnya. Perasaan itulah yang ia bangun dalam Manhunt: kegelisahan yang tidak berisik namun meresap.

Neraka yang Diterangi Cahaya Inframerah

Pendekatan paling berani dalam film ini adalah penggunaan cahaya inframerah dan saturasi warna untuk menggambarkan neraka. Glendon dan Wapeemukva sepakat membayangkan neraka sebagai "dunia permen yang berwarna-warni", bukan kegelapan yang klise. Ide ini lahir dari keinginan menciptakan kontras visual yang mengejutkan dan membuat tidak nyaman.

"Saya pikir Anda tidak akan pernah menyadari warna dalam film, kecuali itu bagian dari alur cerita. Tapi sangat penting bagi warna untuk bisa dirasakan," jelas Glendon. Hasilnya adalah pengalaman sinematik yang membingungkan sekaligus menghipnotis, persis seperti kekacauan batin para karakternya.

Para Pendatang Baru dan Distribusi Global

Manhunt juga menarik perhatian lewat penampilan para pendatang baru Kanada, Harris Lowe dan Landon Tunold, yang ditemukan tim Vaka Street Casting. Mereka beradu peran dengan kembar asal Austria, Bianca dan Dilara Foscht. Hak distribusi untuk Amerika Utara dipegang Cinetic Media, sementara penjualan internasional ditangani Aspect Ratio.

Kehadiran Manhunt di Locarno menegaskan bahwa sinema Kanada terus melahirkan suara-suara baru yang berani dan eksperimental. Film ini membuktikan bahwa pendekatan visual yang berani mampu mengangkat kisah sulit menjadi pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: hollywoodreporter.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks