BANGLI — Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengawali rangkaian peringatan HUT Kota Bangli ke-822 dengan menggelar doa bersama di Pura Kehen, Selasa (7/5/2026). Ritual persembahyangan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, ASN, hingga tokoh lintas agama setempat untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan warga.
Kegiatan berlangsung khusyuk sebagai bentuk rasa syukur atas usia kota yang telah mencapai delapan abad lebih. Sedana Arta, yang didampingi Ketua TP PKK Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, menekankan pentingnya menjaga jati diri di tengah upaya memajukan wilayah.
“Mari jadikan HUT Kota Bangli sebagai momentum untuk mempererat persatuan, memperkuat gotong royong, dan bersama-sama membangun Bangli yang lebih baik,” ujar Bupati Sedana Arta.
Ketua Panitia HUT Bangli, I Wayan Jimat, menjelaskan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Bhakti Ratna Radhaka”. Secara harfiah, tema tersebut bermakna pengabdian sebagai permata yang membawa kejayaan bagi daerah.
Filosofi ini sejalan dengan jargon “Jengah, Pesaje Ngayah” yang selama ini digaungkan pemerintah daerah. Jimat menyebut, semangat pengabdian harus menjadi landasan utama agar Kabupaten Bangli mampu melompat lebih tinggi dalam berbagai sektor pembangunan.
Persembahyangan di Pura Kehen dipilih sebagai titik awal karena nilai historis dan spiritualitasnya yang kuat bagi masyarakat Bangli. Kehadiran Wakil Bupati I Wayan Diar beserta pimpinan perangkat daerah menunjukkan soliditas birokrasi dalam menyambut hari jadi kabupaten tersebut.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 2 Mei dan dijadwalkan berakhir pada 17 Mei 2026. Panitia menyiapkan berbagai agenda yang menggabungkan unsur formal, budaya, dan hiburan rakyat untuk melibatkan seluruh lapisan warga secara aktif.
Puncak peringatan akan jatuh pada 10 Mei 2026. Pada hari tersebut, Pemkab Bangli akan menggelar upacara resmi yang dilanjutkan dengan Parade Agung oleh siswa SMP se-Kota Bangli. Malam harinya, agenda akan ditutup dengan resepsi HUT.
Selain agenda utama, masyarakat juga dapat menikmati berbagai hiburan dan perlombaan, antara lain:
Wayan Jimat, yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial, berharap rangkaian acara ini tidak sekadar menjadi hiburan. Pemerintah daerah ingin perayaan ini memperkuat rasa kebersamaan serta menumbuhkan kebanggaan kolektif terhadap kekayaan budaya Bangli.