Pelatih Bali United, Johnny Jansen, tetap melihat sisi positif dari performa tim meski harus mengakui keunggulan Pesut Etam. Menurut pelatih asal Belanda itu, para pemain mulai memahami filosofi permainan yang ia bangun sejak bergabung.
Mulai Paham Filosofi, Tapi Belum Stabil
“Para pemain mulai memahami bagaimana cara kami ingin bermain, dan itu perkembangan yang bagus. Bisa dilihat bagaimana perkembangan tim ini,” kata Jansen dalam konferensi pers usai pertandingan.
Efektivitas Serangan Jadi Pekerjaan Rumah
Sepanjang laga, Bali United tampil agresif dan beberapa kali menekan pertahanan lawan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi ganjalan. Borneo FC justru tampil lebih efisien dalam memanfaatkan peluang.
“Cara kami bermain, terutama di lini depan, sudah sangat baik. Tetapi sekarang kami harus menjadi lebih stabil. Itu yang paling penting,” imbuh Jansen.
Konsistensi Kunci Bersaing di Sisa Musim
Kekalahan ini membuat posisi Bali United di papan tengah semakin sulit bergerak. Sementara itu, Borneo FC sukses menjaga asa juara dengan terus menempel ketat Persib Bandung di puncak klasemen.
Jansen mengakui kualitas tim sudah mulai terlihat. Namun, kestabilan performa menjadi faktor krusial jika ingin bersaing di dua laga tersisa musim ini. “Jika kami bisa melakukannya, maka kami bisa bersaing di papan atas,” pungkasnya.
Bali United masih memiliki dua pertandingan untuk memperbaiki posisi. Evaluasi di lini depan menjadi prioritas utama sebelum menghadapi lawan berikutnya.