Samsung Messages Pensiun Juli, Pengguna Keluhkan Fitur Google Messages

Penulis: Yanto Prasetya  •  Minggu, 10 Mei 2026 | 23:38:31 WIB
Samsung resmi menghentikan dukungan aplikasi Samsung Messages mulai Juli 2024.

Samsung Electronics resmi menghentikan dukungan aplikasi Samsung Messages mulai Juli 2024 dan mengalihkan jutaan pengguna Galaxy ke layanan Google Messages secara default. Langkah strategis ini memperkuat dominasi Google dalam ekosistem Rich Communication Services (RCS) di perangkat Android secara global. Transisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna setia karena absennya sejumlah fitur produktivitas yang sebelumnya menjadi keunggulan Samsung.

Era aplikasi perpesanan bawaan Samsung segera berakhir. Mulai Juli ini, raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut tidak lagi memberikan dukungan pembaruan untuk Samsung Messages. Sebagai gantinya, Samsung mendorong pengguna untuk bermigrasi sepenuhnya ke Google Messages guna memastikan pengalaman Rich Communication Services (RCS) yang lebih seragam.

Keputusan ini merupakan bagian dari kolaborasi mendalam antara Samsung dan Google untuk memperkuat standar RCS di Android. Meski bertujuan menyederhanakan komunikasi antar-platform, transisi ini menghadapi resistensi dari komunitas pengguna Galaxy. Banyak pihak menilai Google Messages masih tertinggal dalam hal manajemen pesan dan integrasi perangkat dibandingkan aplikasi orisinal Samsung.

Kesenjangan Fitur Organisasi Pesan dan Folder

Salah satu poin keberatan utama dari pelaku bisnis dan pengguna aktif adalah hilangnya fitur organisasi pesan. Samsung Messages memungkinkan pengguna membuat folder khusus untuk mengelompokkan percakapan berdasarkan kategori, seperti pekerjaan, keluarga, atau hobi. Fitur ini sangat krusial bagi profesional yang mengelola ratusan percakapan setiap harinya.

Hingga saat ini, Google Messages hanya menyediakan filter otomatis untuk kategori spam dan folder sampah (trash folder) yang baru saja dirilis. Belum ada opsi bagi pengguna untuk menyortir percakapan secara manual ke dalam kategori yang dipersonalisasi. Ketiadaan struktur organisasi ini dianggap sebagai penurunan produktivitas bagi mereka yang terbiasa dengan efisiensi antarmuka One UI.

Integrasi Perangkat dan Notifikasi Pintar

Integrasi perangkat keras juga menjadi isu krusial. Fitur "Alert when phone picked up" pada perangkat Samsung memungkinkan ponsel bergetar saat diangkat jika terdapat pesan yang belum terbaca. Namun, integrasi ini kabarnya belum berjalan optimal pada Google Messages. Pengguna melaporkan bahwa getaran notifikasi sering tidak muncul meskipun pengaturan sistem telah diaktifkan.

Selain itu, Samsung Messages memiliki fitur penghapusan otomatis (auto-delete) untuk pesan lama setelah mencapai batas 1.000 SMS. Fitur ini membantu menjaga kapasitas penyimpanan internal tetap lega tanpa intervensi manual. Google Messages saat ini hanya mengizinkan penghapusan pesan secara manual, baik per individu maupun per utas percakapan, yang dinilai kurang praktis bagi pengguna dengan trafik pesan tinggi.

Upaya Google Mengejar Personalisasi Tampilan

Dari sisi estetika, Google Messages sedang berupaya mengejar ketertinggalan dalam personalisasi chat. Selama ini, pengguna Samsung Messages bebas mengubah warna gelembung percakapan hingga latar belakang (wallpaper) untuk setiap kontak yang berbeda. Google baru saja menguji coba fitur serupa dalam versi beta mereka.

Kode pemrograman terbaru dalam aplikasi Google menunjukkan adanya referensi "custom themes" dan latar belakang khusus. Jika fitur ini segera dirilis secara global, Google mungkin bisa meredam kekecewaan pengguna yang menganggap tampilan aplikasinya terlalu kaku. Bagi investor dan pelaku industri, langkah Google ini menunjukkan ambisi besar untuk menjadikan Messages sebagai "WhatsApp versi Android" yang kompetitif.

Dampak Monopoli RCS bagi Ekosistem Android

Mundurnya Samsung Messages menandai berakhirnya kompetisi aplikasi perpesanan RCS yang signifikan di platform Android. Google kini menjadi pemain tunggal yang mengontrol standar komunikasi tersebut. Di satu sisi, hal ini menjamin sinkronisasi fitur yang lebih cepat, namun di sisi lain, hilangnya kompetisi dikhawatirkan akan memperlambat inovasi fitur-fitur spesifik yang biasanya lahir dari kustomisasi vendor.

Bagi pasar Indonesia, di mana penggunaan SMS mulai bergeser ke RCS untuk kebutuhan verifikasi bisnis dan OTP, konsolidasi ini akan memudahkan pengembang layanan digital dalam melakukan integrasi sistem. Namun, Google memiliki pekerjaan rumah besar untuk memastikan fitur-fitur yang hilang dari Samsung Messages segera hadir guna menjaga loyalitas pengguna di ekosistem Android.

Apa dampak penghentian Samsung Messages bagi pengguna di Indonesia?

Pengguna tetap bisa membaca pesan lama, namun Samsung tidak akan lagi memberikan pembaruan fitur atau keamanan. Pengguna disarankan beralih ke Google Messages untuk mendapatkan fitur RCS terbaru dan sinkronisasi yang lebih stabil.

Apakah data pesan akan hilang saat pindah ke Google Messages?

Tidak. Saat pengguna membuka Google Messages untuk pertama kali, aplikasi akan meminta izin untuk mengimpor seluruh riwayat SMS dan MMS dari basis data sistem ponsel, sehingga percakapan lama tetap tersimpan.

Kapan Google Messages akan mendapatkan fitur folder seperti di Samsung?

Hingga saat ini, Google belum memberikan pengumuman resmi terkait fitur folder percakapan. Fokus Google saat ini masih pada enkripsi end-to-end dan personalisasi tampilan chat melalui pembaruan di Play Store.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: androidauthority.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top