KLUNGKUNG — Ratusan warga di pelosok Klungkung masih menanti fasilitas kesehatan tingkat desa yang layak. Dari total 53 Pustu yang tersebar di empat kecamatan, sebagian besar mengalami kerusakan ringan hingga berat. Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung mengakui kondisi ini sudah berlangsung lama, namun perbaikan belum bisa dilakukan serentak.
Perbaikan Pustu tidak bisa dilakukan sekaligus karena keterbatasan dana. Pemerintah Kabupaten Klungkung mengandalkan dua sumber pembiayaan: Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Kepala Dinas Kesehatan Klungkung menyebut bahwa prioritas diberikan pada Pustu dengan kondisi paling kritis. "Kami petakan dulu tingkat kerusakannya. Yang atapnya bocor parah atau dindingnya retak, itu didahulukan," ujarnya.
Setiap tahun, hanya sekitar 10 hingga 15 Pustu yang bisa diperbaiki. Artinya, butuh waktu setidaknya tiga hingga empat tahun untuk merampungkan seluruh perbaikan jika tidak ada tambahan anggaran.
Perbaikan yang dilakukan mencakup renovasi bangunan, penggantian atap, perbaikan sanitasi, dan pengecatan ulang. Beberapa Pustu juga membutuhkan perbaikan instalasi listrik dan pengadaan peralatan medis dasar.
Pustu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan bagi warga di tingkat desa. Lokasinya yang dekat dengan permukiman membuat warga tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas kecamatan atau rumah sakit kabupaten.
Di Klungkung, Pustu melayani pemeriksaan ibu hamil, imunisasi anak, pengobatan ringan, dan penyuluhan kesehatan. Jika fasilitas ini rusak, warga terpaksa menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan layanan serupa.
Sejumlah warga di Desa Besan dan Desa Aan mengeluhkan kondisi Pustu yang sudah tidak nyaman. Atap bocor saat hujan, dan beberapa ruang pemeriksaan terpaksa ditutup sementara karena kerusakan dinding.
Mereka berharap pemerintah daerah bisa mencari solusi tambahan, misalnya melalui dana desa atau program CSR dari perusahaan swasta. "Kami butuh Pustu yang layak. Kalau hujan, pasien dan perawat sama-sama basah," kata seorang kader kesehatan setempat.
Dinas Kesehatan Klungkung berjanji akan mengusulkan tambahan anggaran pada pembahasan APBD Perubahan tahun ini. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.
Tahap pertama perbaikan sudah dimulai pada triwulan pertama tahun ini dengan menyasar lima Pustu di Kecamatan Banjarangkan dan Dawan. Sisanya akan menyusul pada triwulan ketiga dan keempat, tergantung realisasi DAK dan ketersediaan APBD.
Pemerintah Kabupaten Klungkung juga tengah menyusun data kebutuhan peralatan medis untuk Pustu yang sudah diperbaiki. Langkah ini diambil agar fasilitas yang sudah direnovasi bisa langsung berfungsi optimal melayani masyarakat.