Bupati Simalungun Pelajari Orkestrasi Pariwisata Gianyar untuk Bangun Ekonomi Danau Toba, QRIS Jadi Andalan

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 15:10:39 WIB
Bupati Simalungun mempelajari orkestrasi pariwisata Gianyar untuk pengembangan ekonomi Danau Toba.

GIANYAR — Sejumlah kepala daerah di kawasan Danau Toba, perwakilan Pemprov Sumatera Utara, serta jajaran Bank Indonesia dan BRIN turut hadir dalam forum yang digelar pada Senin (11/5/2026) tersebut. Gianyar dipilih karena dinilai sebagai contoh sukses pengelolaan pariwisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 5,58 persen.

Rahasia Gianyar: Orkestrasi Lintas Sektor dan QRIS

Dalam paparannya, sistem “orkestrasi lintas sektor” disebut sebagai kunci utama. Seluruh instansi dan dinas di Gianyar bekerja secara terintegrasi untuk mendukung pariwisata, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Bank Indonesia juga menyoroti peran transformasi digital melalui QRIS. Alat pembayaran ini dinilai membuat perputaran uang wisatawan lebih aman, transparan, dan langsung mengalir ke pelaku usaha lokal, mulai dari pedagang kecil hingga pengrajin.

Prof Cok Ace: Pariwisata Harus Serap Produk Lokal

Acara dilanjutkan di Hotel Royal Pitamaha dengan pemaparan dari Ketua PHRI Bali, Prof Dr Ir Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang akrab disapa Prof Cok Ace. Ia menekankan konsep Local Value Chain atau rantai nilai lokal.

Menurutnya, hotel dan industri wisata wajib menyerap hasil pertanian lokal, menggunakan produk UMKM, serta memanfaatkan kerajinan warga sebagai fasilitas dan suvenir. “Pariwisata adalah ekosistem yang saling terhubung. Kalau pendidikan karakter kuat dan sektor produksi rakyat berjalan baik, maka pariwisata akan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan,” ujar Prof Cok Ace.

Ia juga mengingatkan agar pembangunan Danau Toba tetap mempertahankan ciri khas arsitektur Simalungun sebagai identitas daerah. Generasi muda, lanjutnya, perlu dipersiapkan melalui pendidikan karakter agar menjadi tuan rumah yang kreatif dan bangga terhadap budaya lokal.

Bupati Anton: Jangan Sampai Pariwisata Hanya Nikmati Investor Luar

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan, pengembangan Danau Toba harus dibangun melalui kolaborasi semua pihak. “Kami ingin hotel dan destinasi wisata di Danau Toba menjadi pasar bagi hasil pertanian, perkebunan, dan kerajinan masyarakat di nagori-nagori,” kata Anton.

Ia berharap dukungan dari Pemprov Sumut, Bank Indonesia, dan BRIN dapat mempercepat realisasi kawasan Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia yang tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal. Budaya ramah, pelayanan baik, dan keterlibatan warga disebut sebagai faktor penentu keberlanjutan sektor ini.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: japos.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top