Yayasan JaNusa dan PALH SMKN 2 Denpasar Luncurkan Sekolah Alam Jati Nusantara, Ajak Pelajar Jadi Relawan Lingkungan

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 20:09:02 WIB
Puluhan pelajar SMKN 2 Denpasar belajar siklus hidup pohon jati di Kebun Percontohan Yayasan JaNusa.

DENPASAR — Sebanyak puluhan anggota PALH SMKN 2 Denpasar diterjunkan langsung ke Kebun Percontohan Yayasan JaNusa di Pejeng, Minggu (10/5/2026). Mereka tidak hanya diajak mengenal pohon jati dari dekat, tetapi juga dilatih melakukan pengecekan kesehatan pohon menggunakan pita status.

Kegiatan yang dirangkai dalam momentum Hari Pendidikan Nasional ini dibuka dengan sesi “Energi Pagi JaNusa”. Permainan fisik bertajuk “Tumbuh-Tegak-Tangguh” dan lantunan Mars JaNusa menjadi pembuka sebelum peserta masuk ke inti program.

12 Fase Pertumbuhan Pohon Jati Jadi Kurikulum Lapangan

Sesi utama bertajuk “Jati Diri” membawa peserta ke Zona Fase atau The Life Cycle. Di sini, mereka mengobservasi langsung 12 fase pertumbuhan pohon jati—mulai dari bibit mungil di nursery hingga pohon dewasa yang kokoh.

“Kami ingin anak muda tidak hanya melihat pohon sebagai objek diam, tetapi sebagai makhluk hidup yang memiliki siklus dan membutuhkan perhatian,” ujar Ignatia Kirei Orevilly, perwakilan Yayasan JaNusa.

Setelah observasi, peserta masuk ke “Sesi Detektif Monitoring”. Mereka dilatih secara teknis memeriksa kesehatan tegakan jati menggunakan pita status. Keterampilan ini kelak menjadi bekal bagi mereka yang akan bertugas sebagai relawan rutin atau volunteering di masa depan.

Dari Kebun Percontohan ke Mai Organic Farm

Perjalanan edukasi tidak berhenti di Pejeng. Para peserta kemudian menuju Mai Organic Farm untuk melihat implementasi ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan. Di lokasi ini, Yayasan JaNusa menyerahkan dua bibit pohon jati merah unggulan secara simbolis kepada pihak pengelola farm.

Peserta diajak berkeliling perkebunan organik, mempelajari proses perawatan tanaman tanpa bahan kimia, dan melihat langsung penggunaan pupuk organik. Kegiatan ditutup dengan makan siang bersama di tengah suasana asri perkebunan.

Mencetak Pemimpin Lingkungan dengan Kedekatan Rasa

Ignatia menambahkan, kolaborasi dengan PALH SMKN 2 Denpasar adalah langkah nyata untuk mencetak pemimpin lingkungan yang memiliki kedekatan rasa dengan alam. Program Sekolah Alam Jati Nusantara diharapkan menjadi pemantik bagi kegiatan serupa di masa mendatang.

“Konservasi dan keberlanjutan hidup harus berjalan beriringan. Alam adalah ruang belajar tanpa batas bagi generasi muda Bali untuk menjaga kelestarian lingkungan,” kata Ignatia.

Peluncuran program ini sekaligus menegaskan bahwa edukasi lingkungan tidak harus selalu di dalam kelas. Dengan pendekatan lapangan yang dinamis, JaNusa dan PALH SMKN 2 Denpasar membuktikan bahwa pohon jati bisa menjadi guru yang mengajarkan siklus kehidupan, tanggung jawab, dan harapan untuk masa depan Nusantara yang lebih hijau.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: baliekbis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top