PLN Salurkan Bantuan Konservasi Jalak Bali di Tabanan, Burung Ikonik Pulau Dewata Dapat Habitat Aman

Penulis: Wahyu Hidayat  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 17:55:31 WIB
PLN salurkan bantuan konservasi untuk perlindungan Jalak Bali di Tabanan.

TABANAN — PT PLN (Persero) UIP JBTB memilih momentum Hari Keanekaragaman Hayati untuk menyalurkan bantuan TJSL yang fokus pada pelestarian Jalak Bali di Tabanan. Burung endemik yang menjadi maskot Provinsi Bali ini memang membutuhkan intervensi agar populasinya tidak terus terancam di alam liar.

Sinergi dengan Komunitas Lokal Jadi Kunci

PLN tidak bekerja sendiri. Dalam program ini, perseroan menggandeng komunitas lokal yang selama ini bergerak di bidang konservasi satwa. Kemitraan ini dinilai strategis karena para pegiat di lapangan memiliki pemahaman langsung tentang kondisi habitat dan kebiasaan Jalak Bali.

Bantuan yang disalurkan bersifat terpadu. Mulai dari penyediaan sarana pendukung perkembangbiakan hingga pengamanan area konservasi dari gangguan predator dan perburuan liar.

Mengapa Jalak Bali Butuh Perhatian Khusus?

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah spesies burung yang hanya ditemukan di Bali. Statusnya di alam liar kritis, dengan populasi yang sangat terbatas. Hilangnya habitat alami dan perburuan untuk diperdagangkan menjadi ancaman utama.

Oleh karena itu, setiap program konservasi yang melibatkan sektor swasta seperti PLN menjadi penting. Tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga membangun kesadaran publik tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati di Pulau Dewata.

Komitmen PLN pada Pelestarian Lingkungan

Program TJSL ini merupakan bagian dari pilar keberlanjutan PLN yang tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik. Perusahaan pelat merah ini menempatkan aspek lingkungan, termasuk konservasi satwa endemik, sebagai salah satu prioritas tanggung jawab sosialnya.

Dengan adanya dukungan ini, diharapkan populasi Jalak Bali di Tabanan bisa terus meningkat. Habitat yang aman menjadi jaminan agar burung putih dengan jambul khas ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang biak secara alami.

Reporter: Wahyu Hidayat
Sumber: radarbali.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top