PHRI Bali Nilai Kunjungan Wisman Mulai Menurun, Wisatawan Premium dan Yacht Jadi Andalan Baru Perekonomian

Penulis: Xander Situmorang  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:00:31 WIB
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali periode Januari-Juni 2026 tercatat 3,22 juta orang, sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

DENPASAR — Sekretaris PHRI Bali, Perry Markus, mengungkapkan bahwa kunjungan wisman ke Pulau Dewata pada Januari-Juni 2026 tercatat sekitar 3,22 juta orang. Angka ini sedikit menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 3,28 juta kunjungan.

Perry menilai kondisi ini bukan sekadar alarm, melainkan momentum untuk mengubah strategi pariwisata Bali. Fokus utama tidak lagi sekadar mengejar kuantitas, tetapi bagaimana setiap wisatawan yang datang mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Mengapa Wisatawan Premium Dianggap Solusi?

Menurut Perry, wisatawan dengan daya beli tinggi memiliki karakter berbeda dan cenderung membelanjakan uang lebih banyak selama berlibur. Mereka tidak hanya membutuhkan akomodasi, tetapi juga transportasi, kuliner, jasa wisata, hingga produk ekonomi kreatif dan kerajinan lokal.

“Kita harus melihat bagaimana wisatawan yang datang itu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” ujar Perry ditemui di Marina Benoa, Sabtu (8/8) malam.

Dengan rantai ekonomi yang panjang, kehadiran mereka dinilai mampu menggerakkan usaha kecil dan menengah di berbagai sektor, bukan hanya dinikmati oleh pelaku usaha besar.

Wisata Yacht: Ceruk Pasar yang Menjanjikan

Salah satu segmen yang tengah digarap adalah wisata bahari, khususnya wisatawan pengguna yacht. Pengembangan segmen ini dinilai sejalan dengan penyelenggaraan INSA Yacht Festival (IYF) 2026 yang akan digelar di Bali.

Perry menekankan bahwa pengembangan segmen premium ini tidak lantas meninggalkan pasar wisatawan lainnya. Bali tetap membutuhkan pasar yang beragam, namun produk pariwisata harus diperkuat agar mampu menarik wisatawan dengan karakter dan daya beli berbeda.

“Jangan sampai pertumbuhan pariwisata hanya dinikmati oleh sektor pariwisata,” tegasnya.

Modal Besar dan Tantangan Ekosistem

Bali dinilai memiliki modal kuat untuk mengembangkan wisata yacht, mulai dari kekayaan alam, budaya, hingga posisinya sebagai destinasi internasional. Namun, keberhasilan segmen ini sangat bergantung pada dukungan ekosistem yang matang.

Infrastruktur marina yang memadai, konektivitas, kualitas pelayanan, serta kepastian regulasi menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi. Tanpa itu, potensi besar wisata yacht hanya akan menjadi wacana tanpa dampak nyata bagi perekonomian lokal.

Ke depan, ukuran keberhasilan pariwisata Bali tidak lagi semata-mata ditentukan oleh jumlah wisatawan yang datang. Lama tinggal dan aktivitas ekonomi yang dilakukan selama berada di Bali akan menjadi indikator utama untuk mengukur kesejahteraan yang dirasakan masyarakat. *mao

Reporter: Xander Situmorang
Sumber: nusabali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top