Pencarian

Kaspersky Temukan Situs Palsu Penipuan iPhone 18, Ada Diskon 25 Persen

Minggu, 27 September 2026 • 13:03:31 WIB
Kaspersky Temukan Situs Palsu Penipuan iPhone 18, Ada Diskon 25 Persen
Kaspersky mendeteksi sejumlah situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan diskon hingga 25 persen.

BALI — Kaspersky menemukan sejumlah situs web palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif, termasuk potongan hingga 25 persen dan pembayaran Bitcoin. Situs berbahasa Inggris, Arab, dan Portugis ini meniru toko daring resmi untuk mencuri data pribadi serta informasi kartu bank calon korban. Pengguna yang berniat membeli iPhone 18 disarankan hanya bertransaksi lewat pengecer resmi.

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mendeteksi operasi penipuan yang memanfaatkan antusiasme publik menjelang peluncuran iPhone 18. Temuan itu dilaporkan Kaspersky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, dan menyasar pengguna di sejumlah negara.

Situs-situs palsu tersebut muncul dalam berbagai bahasa, mulai dari Inggris, Arab, hingga Portugis. Salah satu situs menawarkan iPhone 18 dengan potongan harga sampai 25 persen, lengkap dengan halaman spesifikasi dan sejumlah metode pembayaran termasuk Bitcoin.

Modus Situs Palsu Menyerupai Toko Daring

Tampilan situs sengaja dibuat menyerupai toko daring agar calon korban yakin memasukkan data pribadi dan menyelesaikan pembayaran. Kaspersky menilai desain yang rapi dan informasi spesifikasi yang detail menjadi umpan utama skema ini.

Senior Web Content Analyst Kaspersky Olga Altukhova menyebut pola penipuan semacam ini bukan hal baru. "Selama bertahun-tahun, kami telah melihat munculnya berbagai penawaran penipuan yang bertepatan dengan peluncuran perangkat populer," ujarnya dalam keterangan resmi.

Situs palsu lain menyasar pengguna di Brasil dengan konten berbahasa Portugis dan harga dalam mata uang Brasil. Di sana, pengguna ditawari pemesanan awal iPhone 18 Pro dengan berbagai pilihan warna dan kapasitas penyimpanan.

Sejumlah pilihan warna yang ditawarkan bahkan berbeda dari yang diumumkan resmi oleh Apple saat peluncuran. Situs itu juga menjanjikan pembeli tidak perlu membayar lunas di awal serta menawarkan pengembalian dana penuh bila pesanan dibatalkan.

Data Pribadi dan Kartu Bank Jadi Sasaran

Dalam proses pemesanan, korban diminta mengisi nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal, hingga kontak WhatsApp. Data tersebut, menurut Kaspersky, berpotensi disalahgunakan untuk rekayasa sosial terhadap korban.

Korban kemudian juga diminta memasukkan informasi kartu bank. Dari tahap ini, penipu berpotensi memperoleh data pembayaran sekaligus mengakses dana korban.

Cara Menghindari Penipuan Serupa

Kaspersky mengingatkan pengguna agar lebih hati-hati memilih tempat berbelanja dan hanya membeli melalui pengecer resmi serta terpercaya. Altukhova menyebut penawaran dengan harga tidak wajar dan pilihan produk yang berbeda dari pengumuman resmi perusahaan sebagai tanda penipuan yang paling mudah dikenali.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan Kaspersky:

  • Membeli produk baru hanya melalui toko resmi.
  • Memeriksa alamat situs dan ejaan nama organisasi sebelum memasukkan data pribadi.
  • Menggunakan kartu virtual atau layanan pembayaran khusus untuk transaksi daring.
  • Memakai solusi keamanan yang bisa mendeteksi dan memblokir tautan phishing.
  • Mengaktifkan autentikasi multifaktor pada akun dan aplikasi keuangan.
  • Memeriksa riwayat transaksi secara berkala untuk mendeteksi aktivitas tidak sah.

Relevansi bagi Pengguna di Indonesia

Skema penipuan bertema peluncuran produk Apple berulang setiap tahun, termasuk di pasar Indonesia yang menjadi salah satu tujuan distribusi iPhone resmi. Pola serupa pernah muncul saat peluncuran seri iPhone sebelumnya, dengan situs abal-abal yang menawarkan harga jauh di bawah pasaran.

Bagi konsumen Indonesia, jalur pembelian paling aman tetap melalui Apple Authorized Reseller atau kanal resmi distributor yang terdaftar. Harga iPhone 18 resmi di Indonesia belum diumumkan, sehingga setiap penawaran yang mencantumkan angka pasti dan diskon besar sebaiknya dicurigai.

Situs dengan domain mirip toko resmi, tekanan waktu terbatas, dan permintaan data perbankan di luar halaman pembayaran standar adalah kombinasi yang lazim dipakai penipu. Verifikasi ulang alamat situs dan hindari mengirim dokumen pribadi lewat kanal tidak resmi.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bali.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks