BALI — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI memperingati Hari Bakti Pos dan Telekomunikasi (Postel) ke-81 pada Minggu (27/9), dengan tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat". Peringatan ini merujuk pada Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 92/1964 dan mengenang pengambilalihan Kantor Pusat PTT Bandung dari pemerintah Jepang pada 27 September 1945. Tema tahun ini menegaskan posisi infrastruktur digital sebagai kekuatan strategis bangsa.
Penetapan 27 September sebagai Hari Bakti Postel tidak lepas dari peristiwa heroik pascakemerdekaan. Ketika itu, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Angkatan Muda Pos, Telegraf, dan Telepon (AMPTT) mengambil alih Kantor Pusat Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di Bandung dari tangan pemerintah Jepang.
Aksi tersebut menjadi penanda bahwa layanan komunikasi bukan sekadar urusan teknis. Pos, telegraf, dan telepon berperan sebagai urat nadi perjuangan bangsa dalam menyebarkan berita kemerdekaan ke seluruh pelosok negeri maupun dunia.
Mengapa 27 September Ditetapkan sebagai Hari Bakti Postel
Dasar hukum peringatan ini adalah Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 92/1964. Tanggal 27 September dipilih untuk mengenang pengambilalihan Kantor PTT Bandung yang terjadi pada 27 September 1945.
Peristiwa itu mencerminkan dua hal fundamental. Pertama, semangat juang insan pos dan telekomunikasi dalam mempertahankan kemerdekaan. Kedua, simbol bahwa layanan komunikasi merupakan infrastruktur vital bagi perjuangan bangsa.
Makna Tema "Konektivitas Digital untuk Indonesia Berdaulat"
Memasuki usia ke-81, semangat juang AMPTT bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Tema yang diusung Komdigi tahun ini mencerminkan tekad pemerintah menjadikan infrastruktur dan ekosistem digital sebagai kekuatan strategis bangsa.
Pemerataan konektivitas diharapkan menghubungkan seluruh wilayah dan lapisan masyarakat. Selain itu, infrastruktur digital juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi dan melindungi kepentingan nasional dari berbagai ancaman siber.
Pada gilirannya, penguatan ekosistem digital ini akan mendorong peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global.
Relevansi bagi Industri Digital dan Telekomunikasi Indonesia
Peringatan Hari Bakti Postel tahun ini menyoroti pergeseran peran sektor pos dan telekomunikasi. Dari layanan surat dan telegraf, kini fokusnya bergeser ke konektivitas digital yang menopang ekonomi dan pemerintahan.
Bagi pelaku bisnis digital dan investor startup, arah kebijakan ini menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur digital menjadi prioritas. Konektivitas yang merata membuka peluang pasar baru di daerah yang sebelumnya sulit terjangkau jaringan.
Sejak 27 September 1945 hingga kini, semangat yang sama terus dijaga. Bedanya, medan juangnya kini bergeser dari kantor PTT ke ekosistem digital yang menopang kedaulatan bangsa.