153 Tim Mahasiswa dari 29 Provinsi Berlaga di Energy Debate Championship Pertamina, Ini Agenda Babak Top 16

Penulis: Vino Bastian  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:16:02 WIB
tim mahasiswa dari 29 provinsi bersaing pada babak Top 16 Energy Debate Championship Pertamina yang digelar secara daring pada 18–20 Agustus 2026.

BALI — Rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 memasuki tahap krusial. Sebanyak 116 tim mahasiswa dari 29 provinsi kini bersaing ketat di babak penentuan Top 16 Energy Debate Championship (EDC) yang digelar secara daring pada 18–20 Agustus 2026.

Para finalis ini merupakan hasil seleksi dari total 153 tim pendaftar yang berasal dari 129 perguruan tinggi di Indonesia. Pendaftaran kompetisi sendiri telah dibuka sejak 21 Mei 2026 lalu.

Bukan Sekadar Adu Argumen, Ini Ruang Asah Kemampuan

Melalui EDC, Pertamina tidak hanya menyediakan panggung untuk berdebat. Kompetisi ini dirancang untuk mengasah pemikiran analitis mahasiswa, mempertajam kemampuan bahasa Inggris, serta melatih penyampaian solusi atas isu-isu energi strategis nasional.

Para peserta yang berhasil melewati babak ini akan melanjutkan perjuangan ke Babak Final Nasional. Mereka memperebutkan total hadiah ratusan juta rupiah.

Energynovation: 1.318 Karya Tulis Ilmiah Bersaing ke Top 10

Semangat serupa juga terlihat pada ajang Energynovation Ideas Competition (EIC), yang berfokus pada karya tulis ilmiah. EIC berhasil mengumpulkan 1.318 karya inovatif dari 496 kampus yang tersebar di 34 provinsi.

Seluruh karya tersebut saat ini tengah menjalani seleksi ketat untuk menentukan Top 10. Pengumuman hasilnya dijadwalkan pada awal September 2026 mendatang.

Apresiasi Pertamina untuk Generasi Muda

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan apresiasinya atas keberanian dan kontribusi pemikiran para peserta. Ia menegaskan bahwa generasi muda telah membuktikan kesiapan mereka menjawab tantangan global.

"Kami sangat mengapresiasi semangat para mahasiswa yang bertransformasi menjadi bagian dari solusi masa depan energi Indonesia. Lewat keberanian berargumen di EDC maupun ketajaman ide di EIC, generasi muda kita membuktikan bahwa mereka siap menjawab tantangan global," ujar Baron.

Manfaat Lebih dari Sekadar Kemenangan

Baron menekankan bahwa PGTC hadir bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembekalan bagi mahasiswa. Setiap peserta diharapkan membawa pulang pengalaman berharga dan wawasan yang lebih luas.

"PGTC hadir bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembekalan. Kami ingin setiap peserta membawa pulang pengalaman berharga, wawasan yang lebih luas, serta kepercayaan diri untuk terus berkontribusi bagi negeri," tambahnya.

Selain memperebutkan hadiah, para peserta PGTC 2026 juga mendapatkan bimbingan langsung dari praktisi dan akademisi terkemuka. Mereka pun berkesempatan membangun jaringan di ekosistem energi nasional serta mengikuti Exclusive International Benchmark Program bersama Pertamina.

Reporter: Vino Bastian
Sumber: baliekbis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top