KARANGASEM — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karangasem bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) memutuskan menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD Perubahan 2026 dari Rp511 miliar menjadi Rp537 miliar. Tambahan sebesar Rp26 miliar itu merupakan hasil pencermatan ulang terhadap sejumlah sektor pendapatan yang masih berpeluang ditingkatkan hingga akhir tahun.
Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, mengungkapkan bahwa realisasi PAD saat ini baru mencapai sekitar Rp309 miliar atau 60,51 persen dari target awal. Dengan masih tersisa kurang lebih empat bulan, ia menilai tambahan target itu masih masuk akal untuk dikejar.
Pemerintah daerah sebelumnya hanya memproyeksikan kenaikan PAD sebesar Rp24 miliar dalam APBD Perubahan. Namun, setelah melalui pencermatan terhadap sejumlah sumber penerimaan, Banggar menilai masih ada ruang untuk menaikkan target lebih tinggi menjadi Rp26 miliar.
"Berdasarkan hasil rapat dan pencermatan, pendapatan disepakati meningkat sebesar Rp26 miliar," kata Suastika usai rapat di Karangasem.
Ia menambahkan bahwa sektor retribusi dan hiburan dinilai masih memiliki potensi untuk mendongkrak pendapatan daerah dalam sisa waktu tahun anggaran berjalan.
Meski optimistis, DPRD memberikan perhatian serius pada sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Sektor ini diminta untuk tidak mengalami penurunan sehingga target yang telah ditetapkan bisa tercapai.
"Tapi, kami juga tetap memberikan catatan khusus untuk sektor MBLB tidak terjadi penurunan dan bisa mencapai target sesuai yang kami canangkan," tegas Suastika.
Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, menyebut sejumlah sektor menunjukkan progres positif, di antaranya hiburan, hotel, dan restoran. Meski begitu, ia mengakui masih ada sektor yang realisasinya belum optimal.
Optimalisasi akan difokuskan dalam sisa waktu empat bulan ke depan untuk mengejar target pendapatan yang baru saja disepakati tersebut.
"Beberapa sektor progresnya cukup bagus seperti di sektor hiburan, hotel, restoran dan yang lainnya. Sisa lagi waktu empat bulan ini kami akan upayakan lebih maksimal lagi untuk meningkatkan pendapatan," ujar Siki Ngurah.
Suastika mengakui bahwa mencapai tambahan Rp26 miliar bukanlah perkara mudah. Kondisi ini sekaligus menjadi momentum bagi Karangasem untuk tidak terus bergantung pada satu sektor pendapatan tertentu.
Ia menilai investasi baru perlu didorong masuk ke wilayah Karangasem untuk memperluas sumber pendapatan daerah di masa mendatang.
"Ke depannya, kita tidak bisa hanya mengandalkan salah satu sektor saja untuk mendulang pendapatan. Tapi harus kita cari bersama sektor lain yang memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan," ujarnya.