Pencarian

Penjualan Domestik BYD Menciut, Selisih dengan Geely Makin Tipis di China

Senin, 31 Agustus 2026 • 17:48:31 WIB
Penjualan Domestik BYD Menciut, Selisih dengan Geely Makin Tipis di China
Penjualan domestik BYD di China tercatat sekitar 1,016 juta unit pada semester pertama 2026.

BALI — Laporan keuangan sementara BYD untuk 2026 yang dirilis 28 Agustus menjadi cermin kondisi pahit-manis. Pendapatan operasional perusahaan tercatat 344,815 miliar yuan (sekitar Rp908,8 triliun), turun 7,13 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang saham juga merosot 20,54 persen menjadi 12,32 miliar yuan (sekitar Rp32 miliar).

BYD menyebut penurunan laba bersih dipicu tekanan jangka pendek dari fluktuasi nilai tukar dan kerugian valuta asing. Klaim tersebut dikuatkan data kuartal kedua yang menunjukkan laba bersih tumbuh 30 persen secara tahunan, dengan margin kotor 18,9 persen—tertinggi dalam setahun terakhir.

Penjualan Merosot 15,72 Persen, Produksi Baterai Jadi Biang Kerok

Sepanjang Januari-Juni 2026, penjualan kumulatif kendaraan energi baru (NEV) BYD mencapai 1,8085 juta unit. Angka ini turun 15,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ketua sekaligus Presiden BYD, Wang Chuanfu, buka suara soal penyebabnya. Menurut dia, kapasitas produksi "Blade Battery" generasi kedua masih belum mencukupi karena proses peningkatan produksi belum rampung. "Penjualan tahun ini bergantung pada produksi baterai," ujarnya.

Pernyataan itu diamini staf dari bisnis pengisian daya cepat BYD. Meski kapasitas produksi sudah dinaikkan setelah enam bulan peningkatan lini produksi, pasokan baterai masih terbatas.

Ekspor Melonjak 67,8 Persen, Kini 44 Persen dari Total Penjualan

Cerita berbeda datang dari pasar global. Data Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) mencatat BYD mengekspor 792.000 kendaraan pada semester pertama 2026. Capaian itu melonjak 67,8 persen secara tahunan dan kini menyumbang hampir 44 persen dari total penjualan perusahaan.

Wang Chuanfu optimistis target penjualan luar negeri tahunan sebesar 1,5 juta unit bisa terlampaui. Merek premium BYD—Denza, Fang Cheng Bao, dan YangWang—menjadi motor pendorong ekspansi ini dengan penjualan gabungan sekitar 228.000 unit, tumbuh 61 persen dan berkontribusi 12,6 persen dari total penjualan.

Geely Auto Kian Dekat, Posisi Juara Terancam

Lonjakan ekspor memang membalikkan tren penurunan penjualan global yang sudah berlangsung delapan bulan berturut-turut. Namun, di pasar domestik China, kondisi BYD tidak sekuat itu.

Pada semester pertama tahun ini, penjualan domestik BYD di China mencapai sekitar 1,016 juta unit. Sebagai pembanding, Geely Auto—termasuk kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE)—berhasil menjual sekitar 950.000 unit di pasar yang sama. Selisih keduanya kini hanya puluhan ribu unit.

Dengan tren yang ada, bukan hal mustahil penjualan domestik Geely Auto di China melampaui BYD pada tahun ini. Pertarungan memperebutkan gelar produsen mobil terlaris di negeri tirai bambu diprediksi berlangsung semakin sengit hingga akhir 2026.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks