BALI — Jaecoo Indonesia menyatakan roda depan J5 EV yang terlepas di Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, merupakan akibat benturan trotoar dan pagar pembatas, bukan penyebab insiden. Klaim itu muncul dari pemeriksaan internal perusahaan yang menyimpulkan tidak ada indikasi cacat produk, tanpa menyertakan hasil uji independen.
Keterangan resmi Jaecoo Indonesia menyusul beredarnya video insiden di media sosial. Rekaman memperlihatkan satu unit J5 EV berhenti di sisi kanan jalan dengan bagian roda beserta komponen kaki-kaki terpisah di belakang kendaraan. Perusahaan menyebut kronologi kejadian sudah dicocokkan dengan keterangan pemilik.
Tim teknis Jaecoo menempatkan urutan kejadian sebagai inti klarifikasi. Menurut perusahaan, kendaraan lebih dulu membentur trotoar dan pagar pembatas jalan sebelum roda depan terlepas.
"Terlepasnya roda tersebut merupakan akibat dari benturan, bukan penyebab terjadinya insiden," tulis Jaecoo Indonesia dalam keterangan resminya.
Benturan yang sama disebut mengakibatkan kerusakan pada bumper depan kanan, fender depan kanan, dan pintu depan kanan. Kerusakan panel di sisi kanan itu menjadi salah satu dasar perusahaan menyimpulkan benturan terjadi lebih awal.
Jaecoo menegaskan pemeriksaan tidak menemukan indikasi cacat produk sebagai penyebab insiden. Kesimpulan itu sepenuhnya berasal dari pemeriksaan internal perusahaan.
Bahan yang tersedia belum memuat hasil pemeriksaan independen, keterangan langsung pemilik kendaraan soal kronologi, maupun akses pihak ketiga ke unit yang mengalami insiden. Pembaca yang mempertimbangkan J5 EV sebaiknya memperlakukan klaim ini sebagai posisi resmi pabrikan, bukan temuan yang sudah diverifikasi pihak netral.
"Hasil pemeriksaan tidak menemukan indikasi bahwa cacat produk menyebabkan insiden tersebut," tulis keterangan resmi Jaecoo.
Pada mobil penumpang, roda depan terhubung ke sasis lewat rangkaian lower arm, ball joint, tie rod, dan hub. Benturan keras di sisi depan kanan bisa memutus atau membengkokkan komponen tersebut, sehingga roda ikut terlepas dari posisinya. Pola kerusakan bumper, fender, dan pintu kanan yang disebut Jaecoo konsisten dengan skenario benturan lateral di sisi itu.
Namun tanpa data pengukuran geometri suspensi dan foto kondisi ball joint sebelum dan sesudah insiden, publik sulit menilai sendiri apakah kegagalan komponen terjadi sebelum atau akibat benturan. Inilah alasan hasil pemeriksaan independen biasanya diminta dalam kasus serupa.
Jaecoo J5 EV merupakan salah satu model listrik yang dipasarkan di Indonesia dengan positioning SUV kompak. Insiden tunggal tidak otomatis menunjukkan masalah desain menyeluruh, dan satu kasus bukan dasar untuk menyimpulkan seluruh unit bermasalah.
Yang jadi catatan adalah transparansi proses. Pabrikan yang yakin produknya tidak cacat biasanya lebih mudah membuka hasil pemeriksaan ke pihak ketiga atau mengizinkan uji independen. Sampai itu terjadi, konsumen hanya punya pernyataan resmi perusahaan sebagai rujukan.
Bagi pemilik J5 EV, langkah paling masuk akal adalah memeriksa kondisi kaki-kaki dan geometri suspensi secara berkala, terutama setelah menghantam lubang atau trotoar. Untuk calon pembeli, pantau apakah Jaecoo akan merilis hasil pemeriksaan tambahan atau membuka komunikasi lebih terbuka dengan pemilik unit.