Pencarian

Rerainan dan Ala Ayuning Dewasa Bali Sepanjang November 2026, dari Banyu Pinaruh hingga Soma Umanis Tolu

Selasa, 03 November 2026 • 08:01:32 WIB
Rerainan dan Ala Ayuning Dewasa Bali Sepanjang November 2026, dari Banyu Pinaruh hingga Soma Umanis Tolu
Umat Hindu menjalani rangkaian rerainan Bali sepanjang November 2026, dari Banyu Pinaruh hingga Soma Umanis Tolu.

DENPASAR — Penanggalan kalender Bali merinci sejumlah rerainan yang dijalani umat Hindu sepanjang November 2026. Rangkaian dimulai awal bulan dengan Banyu Pinaruh, lalu ditutup Soma Umanis Tolu di penghujung bulan. Daftar ini bersumber dari kalenderbali.org yang biasa dijadikan acuan umat di Pulau Dewata.

Selain hari suci, kalender turut memuat ala ayuning dewasa, yakni pedoman hari baik dan kurang baik untuk berbagai kegiatan. Umat memakainya sebagai pertimbangan sebelum memulai pekerjaan penting, upacara, hingga aktivitas pertanian.

Banyu Pinaruh hingga Pagerwesi di Pekan Pertama

Tanggal 1 November 2026 diperingati sebagai Banyu Pinaruh, hari memohon anugerah Sang Hyang Saraswati. Umat dianjurkan mandi dengan air kumkuman, yakni air bersih bercampur bunga harum, lalu memohon tirta agar bersih lahir dan batin.

Sehari kemudian, 2 November 2026, jatuh Soma Ribek. Pada hari ini digelar widhi widhana sebagai penghormatan terhadap beras di pulu dan padi di lumbung, sekaligus pemujaan kepada Dewi Sri sebagai tanda syukur atas kesuburan. Tradisi mengingatkan agar tidak menumbuk padi atau menjual beras pada hari tersebut.

Tanggal 3 November 2026 diperingati Sabuh Mas, pemujaan kepada Hyang Mahadewa. Umat menghaturkan yadnya sebagai wujud syukur agar restu selalu menyertai harta dan barang berharga, termasuk perhiasan.

Puncak pekan pertama adalah Pagerwesi pada 4 November 2026. Hari ini dimaknai sebagai payogan Hyang Pramesti Guru bersama Dewasa Nawa Sanga demi keselamatan alam dan isinya. Umat menghaturkan widhi widhana di Sanggah Kemulan dan menenangkan pikiran melalui yoga semadhi.

Tilem Kelima dan Tumpek Landep Pertengahan Bulan

Pada 9 November 2026 berlangsung Tilem Kelima, hari suci yang lazim diisi persembahyangan. Lima hari berselang, tepatnya 14 November 2026, umat memperingati Tumpek Landep.

Tumpek Landep diisi upacara selamatan untuk semua jenis alat tajam atau senjata. Umat memohon ke hadapan Bhatara Siwa dan Sang Hyang Pasupati agar alat serta senjata yang dimiliki tetap bertuah.

Tanggal 15 November 2026 jatuh Redite Umanis Ukir dengan persembahan ke hadapan Bhatara Guru di Sanggah Kemulan. Tiga hari kemudian, 18 November 2026, berlangsung Buda Wage Ukir yang diisi persembahan kepada Sang Hyang Sri Nini dan Dewa Sadhana pada tempat penyimpanan harta benda. Kalender mencatat hari ini kurang baik untuk membayar sesuatu.

Tanggal 20 November 2026 diperingati sebagai Hari Bhatara Sri. Menjelang akhir bulan, 24 November 2026, berlangsung dua peringatan sekaligus, yakni Anggar Kasih Kulantir dan Purnama Kenam. Pada Anggar Kasih Kulantir, umat melakukan pemujaan ke hadapan Bhatara Mahadewa.

Rangkaian ditutup Soma Umanis Tolu pada 30 November 2026. Hari ini diisi pemujaan kepada Bhatara-Bhatari di merajan atau paibon masing-masing keluarga.

Ala Ayuning Dewasa Selasa, 3 November 2026

Kalender Bali juga mencantumkan sejumlah pedoman dewasa untuk Selasa, 3 November 2026. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pekerjaan tanah, pernikahan, hingga aktivitas sehari-hari.

  • Banyu Urug — baik untuk membuat bendungan, kurang baik untuk membuat sumur (alahing dewasa 3).
  • Carik Walangati — kurang baik untuk pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben, dan membangun rumah (alahing dewasa 3).
  • Geni Rawana — baik untuk pekerjaan yang menggunakan api, kurang baik untuk mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam (alahing dewasa 2).
  • Kala Empas Munggah — baik untuk membangun rumah, kurang baik untuk memetik buah-buahan (alahing dewasa 4).
  • Kala Jangkut — baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata (alahing dewasa 4).
  • Kala Klingkung — baik untuk mencuri demi kepentingan umum yang bertujuan baik (alahing dewasa 3).
  • Kala Luang — baik untuk membuat terowongan serta menanam ketela atau umbi-umbian (alahing dewasa 3).
  • Kala Sor — kurang baik untuk pekerjaan yang berhubungan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan (alahing dewasa 3).
  • Kala Timpang — baik untuk membuat senjata, memasang ranjau, meramu sadek, dan memasang larangan pada tanaman; kurang baik untuk berburu (alahing dewasa 3).
  • Karna Sula — kurang baik untuk perkawinan, menangkap atau membeli binatang peliharaan, mengadakan pertemuan, dan berbicara kepada orang lain (alahing dewasa 2).
  • Pepedan — baik untuk membuka lahan pertanian baru, kurang baik untuk membuat peralatan dari besi (alahing dewasa 3).
  • Salah Wadi — kurang baik untuk Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, dan potong rambut, serta Pitra Yadnya seperti penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, dan ngasti (alahing dewasa 3).
  • Taliwangke — baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau kebun, memperbaiki pagar, dan membuat tali pengikat padi; kurang baik untuk mulai mengerjakan benang tenun dan membuat tali ternak (alahing dewasa 3).
  • Titibuwuk — baik untuk menghilangkan penyakit akibat guna-guna dan sejenisnya; kurang baik untuk memulai pekerjaan penting, bepergian, serta membuat tangga atau banggul (alahing dewasa 3).

Untuk pararasan, hari ini tercatat Laku Bumi. Pancasuda-nya Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi Manggih Suka, dan Pratiti Nama Rupa.

Follow pojokbali.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarbali.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks