BULELENG — Asisten II Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni, menyampaikan bahwa salah satu strategi utama pemerataan ekonomi Bali adalah memperkuat konektivitas antara wilayah utara dan selatan. Menurutnya, upaya itu perlu didukung penataan kawasan, pengembangan sumber daya manusia, serta penyediaan infrastruktur yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
Pengembangan ekonomi Bali Utara harus dilakukan secara terintegrasi dengan sektor unggulan daerah, seperti pertanian, perikanan, dan kebudayaan. Pariwisata juga diarahkan tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tetapi mendorong lama tinggal wisatawan agar dampak ekonominya lebih luas bagi warga.
Pariwisata Bukan Sekadar Jumlah Kunjungan
Reika menegaskan, konektivitas sektor pariwisata, kelautan, dan pertanian merupakan elemen penting dalam strategi pengembangan ekonomi Buleleng. Strategi tersebut harus disertai target dan indikator pencapaian yang terukur agar pelaksanaannya dapat dievaluasi secara berkelanjutan.
"Pengembangan pariwisata bukan hanya untuk jumlah wisatawan, tetapi juga untuk lama mereka tinggal. Dengan demikian, seluruh aktivitas tersebut dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Namun, kita tetap harus menjaga ekosistem pesisir dan lingkungan lainnya," ungkap Reika.
Empat Fokus Utama Balinomics
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menjelaskan bahwa pembahasan Balinomics telah melalui beberapa tahapan FGD. Terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian:
- Pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi Bali
- Pemerataan investasi dan pembangunan infrastruktur
- Penguatan UMKM serta sektor produksi komoditas pangan
- Pengembangan potensi ekonomi Bali Utara
Menurut Achris, pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Bali sehingga perlu didukung berbagai langkah strategis. Hasil diskusi sektor itu turut mendorong dihidupkannya kembali forum Selasa Pariwisata sebagai wadah pembahasan persoalan dan upaya pengembangan pariwisata lebih mendalam.
Investasi Belum Merata antara Bali Selatan dan Utara
Pemerataan investasi dan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Aktivitas investasi yang belum merata antara Bali Selatan dan Bali Utara perlu mendapat perhatian agar pertumbuhan ekonomi dirasakan lebih seimbang di seluruh wilayah Bali.
Pada aspek penguatan UMKM dan sektor produksi, perhatian diarahkan pada pengembangan komoditas pangan dan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan erat dengan upaya pengendalian inflasi. Pemilihan Bali Utara sebagai fokus pembahasan kali ini merupakan tindak lanjut dari rangkaian diskusi sebelumnya.
Industri Pengolahan Berbasis Pertanian dan Kelautan
Salah satu potensi yang disoroti adalah pengembangan industri pengolahan berbasis hasil pertanian dan kelautan. Industri ini dinilai berpeluang besar meningkatkan nilai tambah komoditas lokal melalui pengembangan produk ekstrak alami dengan dukungan teknologi dan inovasi.
Melalui model pengembangan itu, Bali Utara diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal, membuka peluang usaha, serta memperluas kesempatan ekonomi masyarakat. Seluruh pengembangan industri tetap harus memperhatikan kelestarian lingkungan agar tidak mengganggu daya tarik pariwisata Bali.
"Harapannya, ini menjadi semangat bersama untuk mendorong pengembangan industri pengolahan yang memberikan nilai tambah, tetapi tetap menjaga lingkungan Bali. Potensi ekonomi harus dikembangkan tanpa merusak alam yang menjadi salah satu kekuatan utama pariwisata Bali," jelas Achris Sarwani.
Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lain diharapkan merumuskan langkah konkret mempercepat pemerataan ekonomi. Dengan penguatan konektivitas, investasi, sektor produksi, dan industri pengolahan, Bali Utara diharapkan berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.