Gunung Bromo Erupsi, Wisatawan Diminta Jauhi Kawah Radius 1 Kilometer

Penulis: Yanto Prasetya  •  Jumat, 06 November 2026 | 10:33:31 WIB
Gunung Bromo erupsi dan menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah pada Kamis (5/11/2026) sore.

BALI — Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kembali erupsi pada Kamis (5/11/2026) sore dan menyemburkan abu vulkanik setinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah. Otoritas meminta wisatawan, pedagang, dan pelaku jasa pariwisata tidak memasuki radius satu kilometer dari kawah aktif selama status masih Level II (Waspada). Aktivitas vulkanik meningkat, tetapi kunjungan wisata di kawasan Tengger dilaporkan masih berjalan normal.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi pukul 17.11 WIB. Kolom abu berwarna kelabu dengan ketebalan bervariasi terbawa angin condong ke arah barat.

Seismogram mencatat amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi sekitar 46 detik. Status Gunung Bromo belum naik dari Level II (Waspada).

Apa yang Harus Dipatuhi Wisatawan di Kawasan Kawah

Polres Probolinggo melalui Polsek Sukapura membentuk Tim Siaga Bencana untuk pemantauan intensif di kawasan wisata. Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar menegaskan keselamatan pengunjung jadi prioritas.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan Gunung Bromo agar tetap tenang, tidak panik, namun selalu meningkatkan kewaspadaan. Patuhi rekomendasi PVMBG dengan tidak memasuki radius satu kilometer dari kawah aktif. Keselamatan masyarakat dan wisatawan menjadi prioritas utama," kata Asmida, Jumat.

Polisi juga memperkuat koordinasi lintas sektoral dengan instansi terkait. Tim Siaga Bencana diterjunkan untuk memberi imbauan langsung kepada pengunjung dan pedagang.

"Kami telah menginstruksikan jajaran Polsek Sukapura bersama Tim Siaga Bencana Polres Probolinggo untuk terus melakukan pemantauan, memberikan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan, serta meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait," tambahnya.

Pantauan Magma dan Status Gunung

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, Budi Marwoto, menyatakan pengawasan pergerakan magma dilakukan ketat secara visual maupun lewat instrumen seismograf. Penentuan status gunung sepenuhnya berdasarkan analisis dan evaluasi berkala PVMBG.

Wisatawan yang tetap berkunjung diminta mematuhi rambu larangan dan arahan petugas di lapangan. Aparat gabungan bersiaga penuh hingga Kamis malam.

Kegiatan Wisata Masih Normal, tapi Tunggu Instruksi Resmi

Kepala Resor Tengger Laut Pasir Cemoro Lawang, Haryono, S.Hut., menyampaikan kegiatan pariwisata di sekitar kawasan masih berjalan normal. Pihaknya menunggu instruksi resmi dan kebijakan lanjutan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

Bagi yang merencanakan kunjungan, pantau terus perkembangan status gunung dan informasi resmi dari PVMBG maupun BB TNBTS. Informasi terkini soal akses dan titik pandang dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau pos pengamatan Gunung Api Bromo.

Rencanakan keberangkatan dengan jeda waktu lebih longgar. Kondisi vulkanik bisa berubah cepat, dan kepatuhan pada radius aman satu kilometer dari kawah bukan sekadar formalitas.

Reporter: Yanto Prasetya
Sumber: voiceindonesia.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top