NEGARA — Penyaluran bantuan menyasar dua kelompok penerima. Tiga orang menerima bantuan perbaikan rumah masyarakat, sementara 27 lainnya memperoleh bantuan penguatan ekonomi.
Penerima bantuan penguatan ekonomi merupakan petani dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru. Ketiganya terdampak gagal panen akibat kekeringan yang melanda sepanjang musim kemarau.
Petani Diminta Tetap Produktif di Tengah Keterbatasan Air
Wagub Giri Prasta menyebut pemerintah memberi perhatian pada perjuangan petani yang tetap berupaya produktif. Kondisi cuaca dan keterbatasan sumber air membuat sebagian petani kehilangan hasil panen.
"Sebagian petani kita ternyata mengalami gagal panen. Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja tanpa ada perhatian. Karena itu, pemerintah hadir untuk membantu mengatasi kerugian yang dialami," ujar Giri Prasta.
Ia menilai pemerintah tidak boleh membiarkan petani menanggung sendiri kerugian akibat bencana. Kerja keras petani menjaga produktivitas pertanian dinilai layak mendapat dukungan.
Bantuan Tahap Kedua Masih Diverifikasi
Bantuan bagi 27 petani merupakan penyaluran tahap pertama. Pemkab Jembrana masih mengusulkan bantuan tahap kedua bagi petani terdampak kekeringan, dan usulan itu kini dalam proses verifikasi pihak terkait.
Dalam dialog dengan petani, Giri Prasta menyerap sejumlah persoalan lapangan. Kendala utama yang disampaikan adalah terbatasnya akses air untuk mengairi lahan selama musim kemarau.
Petani mengungkapkan keberadaan sumur bantuan belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan. Sebagian sumur masih memakai mesin berbahan bakar solar sehingga biaya operasionalnya cukup besar.
Selain pengairan, petani menyampaikan kebutuhan sarana pertanian seperti traktor untuk pengolahan lahan. Mereka juga berharap ada kepastian harga gabah agar hasil panen terserap dengan harga stabil sesuai ketentuan.
Giri Prasta berjanji menampung aspirasi tersebut dan mengupayakan pemenuhannya melalui kolaborasi pemerintah kabupaten dan provinsi.
Total Bantuan Kebencanaan Bali Capai Rp11,7 Miliar
Penyaluran di Jembrana kali ini merupakan penyerahan kesepuluh sepanjang 2026. Sebelumnya, Pemprov Bali telah sembilan kali menyalurkan bantuan dengan total Rp507,5 juta.
Dengan tambahan Rp304 juta, akumulasi bantuan sosial kebencanaan untuk masyarakat Jembrana hingga November 2026 mencapai Rp811,5 juta.
Secara keseluruhan, bantuan sosial kebencanaan Pemprov Bali telah mencapai Rp11,7 miliar untuk 533 penerima di seluruh Bali. Kabupaten Badung tidak termasuk karena telah mampu menangani bantuan secara mandiri.
Penyerahan bantuan turut didampingi Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Gede Teja, serta Kalaksa BPBD Kabupaten Jembrana.