DENPASAR — Kinara, sapaan akrabnya, tampil sebagai penyanyi solo kategori remaja dengan nomor kandidat T1-M9. Ia membawakan lagu "Flashlight" yang dipopulerkan Jessie J dengan aransemen musik baru.
Enam negara yang ambil bagian dalam kompetisi itu adalah Indonesia, China, Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Thailand. Peserta terbagi dalam kategori solo maupun grup.
Dua Penghargaan Sekaligus dan Tiket ke Team Elite Asia
Dua penghargaan yang diraih Kinara mengukuhkan posisinya sebagai salah satu peserta terbaik. Capaian itu juga membawanya masuk dalam Team Elite Asia All Star.
Status anggota Team Elite memberi Kinara kesempatan menjadi calon peserta Grandprix yang dijadwalkan berlangsung pada 2028. Ajang tersebut akan mempertemukan para anggota Team Elite dari pemenang grand final berbagai periode yang diseleksi sepanjang 2027–2028.
Perjalanan Hampir Setahun Sejak Lolos di Denpasar
Jalan Kinara ke panggung Zhengzhou dimulai November 2025. Saat itu ia lolos sebagai kandidat menuju Grand Final lewat ajang Rising Star Asia All Star yang digelar di Denpasar, Bali.
Setelah tiket grand final di tangan, persiapan panjang berjalan hampir satu tahun. Prosesnya mencakup pemilihan lagu, penggarapan aransemen musik, penyiapan penampilan panggung, hingga pembangunan kesiapan mental menghadapi peserta dari berbagai negara.
Aktivitas kompetisi yang kerap membawanya keluar daerah membuat Kinara perlu dispensasi kegiatan belajar. Pihak sekolah dan pendampingan orang tua memastikan persiapan tetap berjalan tanpa mengganggu pendidikannya.
Ayah Sebut Latihan Tanpa Henti dan Penguatan Mental
Ayah Kinara, Sang Nyoman Wijaya Darma Dewa, menyebut keberhasilan putrinya merupakan hasil proses panjang yang melibatkan persiapan teknis, latihan, dan penguatan mental.
"Perihal pendampingan sebelum Grand Final, kami memilah dan memilih lagu yang dianggap cukup layak untuk disajikan saat waktunya tiba. Lalu mencoba mengaransemen ulang musik agar sesuai dengan yang direncanakan, dan terus memupuk semangatnya untuk selalu siap di atas panggung sebagai penyanyi yang mempersembahkan sajian terbaiknya kepada semua yang nantinya ada di dalam ruangan. Dan tentu latihan tanpa henti. Tentu dengan terus memberi support agar mentalnya siap berlaga di kancah internasional," ujar Sang Nyoman.
Dukungan keluarga tidak berhenti di bidang tarik suara. Kinara juga mendapat ruang mengembangkan potensi seni lain seperti menari, akting, dan modeling selama kegiatannya positif.
Cita-cita Sederhana dan Bonus dari Proses
Bernyanyi di panggung internasional adalah impian yang ingin terus diwujudkan Kinara. Ia bercita-cita bisa tampil di berbagai negara dan panggung dunia yang dapat dikunjunginya.
Bagi Kinara, kompetisi menjadi kesempatan mengukur hasil latihan dan perkembangan kemampuan. Gelar juara ia tempatkan sebagai bonus dari seluruh usaha yang sudah dijalani.
Persiapan Grandprix 2028 Sudah Dimulai
Selepas membawa pulang dua penghargaan dari China, Kinara menatap tantangan berikutnya: Grandprix 2028. Persiapan akan kembali dilakukan bersama keluarga, pembimbing vokal, koreografi, penata kostum panggung, arranger musik, dan komunitas seni yang selama ini mendukung perjalanan kariernya.
Sang Nyoman memastikan pendampingan terhadap putrinya akan terus berlanjut menghadapi kompetisi mendatang. "Ini juga akan kami lakukan untuk persiapan Grandprix tahun 2028," tegasnya.
Capaian di Zhengzhou menempatkan Kinara sebagai bukti talenta muda Bali mampu bersaing di panggung internasional. Komunitas seni HOCA tempatnya beraktivitas, SMP Negeri 10 Denpasar, dan masyarakat Kota Denpasar turut menanggung kebanggaan atas prestasi tersebut.