BALI — Film horor Indonesia bertema desa terpencil kembali jadi tontonan favorit pencinta misteri lokal. Empat judul tercatat di IMDb dengan skor bervariasi, mulai 5,7 sampai 6,6, masing-masing mengangkat tradisi, ritual, dan rahasia keluarga sebagai sumber terornya. Berikut rangkuman film-film yang layak masuk daftar tontonan.
Desa kecil selalu menyimpan bahan cerita yang kaya: tradisi yang diwariskan antargenerasi, pantangan yang tak boleh dilanggar, dan rahasia keluarga yang terkubur rapat. Kombinasi itu yang membuat film horor berlatar desa terpencil terus diproduksi sineas Indonesia. Kedatangan orang asing, ritual yang tetap dijalankan warga, sampai warisan terlarang menjadi pemicu konflik yang sama-sama mencekam.
KKN di Desa Penari, Adaptasi Cerita Viral SimpleMan
Diangkat dari cerita viral karya SimpleMan, film ini mengikuti enam mahasiswa yang menjalani kuliah kerja nyata di Desa Penari. Mereka adalah Nur, Widya, Ayu, Bima, Anton, dan Wahyu. Kepala desa, Pak Prabu, menyambut kedatangan mereka sekaligus mengingatkan agar tidak melewati batas tertentu.
Peringatan itu berkaitan dengan tempat yang dianggap terlarang warga. Gangguan mulai muncul setelah sebagian mahasiswa mengabaikan aturan tersebut, memuncak saat sosok penari misterius menampakkan diri. Awi Suryadi duduk di kursi sutradara dengan deretan pemain Tissa Biani, Adinda Thomas, Aghniny Haque, Achmad Megantara, Calvin Jeremy, dan M. Fajar Nugraha.
Di IMDb, KKN di Desa Penari mencatat skor 5,9. Hingga kini film tersebut masih masuk jajaran horor modern Indonesia yang paling sering dibicarakan penonton.
Perempuan Tanah Jahanam, Rahasia Keluarga versi Joko Anwar
Maya (Tara Basro) dan Dini (Marissa Anita) berangkat ke sebuah desa yang terhubung dengan asal-usul keluarga Maya. Motif awal perjalanan mereka sederhana: mencari tahu kemungkinan memperoleh warisan. Yang mereka temukan justru masa lalu kelam yang selama ini disembunyikan warga.
Keanehan demi keanehan muncul setelah Maya tahu warga setempat punya hubungan dengan keluarganya. Semakin dalam ia menggali jawaban, semakin banyak petunjuk mengarah ke peristiwa mengerikan yang pernah terjadi di desa itu. Joko Anwar melengkapi cast dengan Christine Hakim, Ario Bayu, Asmara Abigail, dan Kiki Narendra.
Perempuan Tanah Jahanam meraih skor 6,6 di IMDb dan membawa pulang 6 penghargaan di Festival Film Indonesia 2020.
Badarawuhi di Desa Penari, Asal-Usul Dunia Desa Penari
Sebagai prequel KKN di Desa Penari, film ini menyorot misteri desa yang sama sebelum Nur dan kawan-kawan datang untuk KKN. Mila (Maudy Effrosina) tiba bersama orang-orang terdekatnya, berharap menemukan jalan keluar dari penyakit yang diderita ibunya lewat sebuah benda yang harus dikembalikan.
Perjalanan Mila membentur tradisi dan aturan ketat Desa Penari. Ia mulai mengenal sosok Badarawuhi yang lekat dengan kehidupan warga, lalu menyadari kedatangannya terkait ritual yang tak bisa dilakukan sembarangan. Kimo Stamboel menyutradarai film ini dengan Aulia Sarah, Jourdy Pranata, Ardit Erwandha, Moh. Iqbal Sulaiman, dan Claresta Taufan sebagai pemain.
Ceritanya memperluas latar dunia KKN di Desa Penari sekaligus memperkenalkan asal-usul sejumlah peristiwa di film pertama. Skor IMDb untuk Badarawuhi di Desa Penari tercatat 5,7.
Sewu Dino, Ritual Seribu Hari dan Santet Keluarga Atmojo
Masih garapan Kimo Stamboel, Sewu Dino mengikuti Sri (Mikha Tambayong) yang menerima pekerjaan dari keluarga Atmojo. Tugasnya merawat Dela (Gisellma Firmansyah) bersama dua perempuan lain, Erna (Givina Lukita) dan Dini (Agla Artalidia). Ketiganya baru belakangan tahu pekerjaan itu menyeret mereka ke misteri ritual yang berlangsung selama seribu hari.
Keluarga Atmojo tengah berurusan dengan santet Sewu Dino yang menyerang salah satu anggotanya. Sri dan kedua rekannya wajib mengikuti aturan tertentu selama menjalankan tugas. Situasi berubah ketika mereka memahami alasan di balik ritual tersebut dan menyadari ada bahaya yang mengintai.
Empat film di atas menunjukkan pola yang sama: horor Indonesia paling efektif ketika akar terornya berasal dari budaya dan aturan sosial masyarakat, bukan sekadar jumpscare. Bagi penonton yang mencari tontonan misteri dengan latar lokal kental, daftar ini bisa jadi titik awal.