Pencarian

Komunitas Baturenggong Badung Siap Tampil di Gong Kebyar PKB 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 • 19:28:01 WIB
Komunitas Baturenggong Badung Siap Tampil di Gong Kebyar PKB 2026
Komunitas Baturenggong Badung bersiap tampil di panggung utama Gong Kebyar PKB 2026.

BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung mematangkan persiapan menuju Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 dengan menunjuk Komunitas Seni Baturenggong sebagai representasi daerah. Kelompok seni asal Desa Delod Peken, Kecamatan Mengwi, ini akan mengisi panggung utama Parade Gong Kebyar yang menjadi daya tarik utama ribuan penonton setiap tahunnya.

Persiapan intensif telah dilakukan sejak awal tahun untuk memastikan kualitas estetika dan pesan filosofis tersampaikan dengan baik di atas panggung. Fokus utama saat ini adalah sinkronisasi ekspresi dan penjiwaan seluruh pendukung pertunjukan yang berjumlah ratusan orang.

“Kami ingin memberikan penampilan terbaik untuk Kabupaten Badung. Semua materi sudah tembus, sekarang tinggal menyatukan rasa dan penguatan ekspresi di atas panggung,” ujar Ketua Komunitas Seni Baturenggong, I Gede Wira Andika, Sabtu (9/5/2026).

Angkat Sejarah Spiritual Mengwi Lewat Fragmentari Jero Luh

Dalam ajang PKB ke-48 tersebut, Komunitas Baturenggong akan membawakan tiga materi utama yang dirancang selaras dengan tema besar "Atma Kerthi". Materi tersebut meliputi tabuh lelambatan, tari kreasi, dan fragmentari yang menggali kekayaan sejarah wilayah Mengwi.

Tari kreasi yang ditampilkan mengangkat sosok "Masepuh", putra Raja Mengwi yang memiliki keterkaitan sejarah dengan kawasan pesisir Seseh dan Munggu. Sementara itu, bagian fragmentari akan menonjolkan kisah "Jero Luh", tokoh spiritual yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat dan memiliki kaitan erat dengan Pura Dalem Mengwi.

Koordinator Kegiatan, I Gede Purnama Eka Saputra, menjelaskan bahwa pemilihan tema ini bertujuan untuk memperkenalkan warisan spiritual Mengwi kepada khalayak yang lebih luas. Menurutnya, kemasan seni ini tidak hanya mengejar keindahan visual, tetapi juga kekuatan narasi sejarah.

“Di Mengwi banyak cerita dan warisan spiritual yang luar biasa. Semua itu kami kemas menjadi sajian seni yang kuat secara filosofi dan tetap menarik ditonton,” kata Gede Purnama.

Libatkan 147 Seniman Muda Lokal Asal Desa Delod Peken

Salah satu poin menonjol dari persiapan Badung tahun ini adalah dominasi seniman muda dalam struktur penabuh dan penari. Tercatat sebanyak 147 orang terlibat, dengan rentang usia antara 17 hingga 27 tahun, yang hampir seluruhnya merupakan warga asli Mengwi.

Sistem rekrutmen "sebunan" atau berbasis seniman lokal satu desa ini menjadi bukti keberhasilan regenerasi seni di tingkat akar rumput. Untuk menjaga kualitas, komunitas menggandeng sejumlah pembina dan penata tari berpengalaman yang memiliki kedekatan emosional dengan wilayah tersebut.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa karakter permainan gong dan gerak tari tetap mempertahankan ciri khas gaya Mengwi yang dikenal dinamis namun tetap berpegang pada pakem klasik.

Momentum Kebangkitan Usai Batal Tampil di Gelar Budaya

Kepercayaan untuk tampil di PKB 2026 menjadi titik balik penting bagi komunitas yang berdiri sejak 2010 ini. Sebelumnya, mereka sempat dijadwalkan tampil dalam ajang Gelar Budaya Kabupaten Badung, namun rencana tersebut batal akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran di tingkat daerah.

Kegagalan tampil di ajang kabupaten justru memacu semangat para anggota komunitas untuk berlatih lebih keras saat mandat duta PKB turun. Bagi para seniman muda ini, panggung Ardha Candra merupakan pencapaian tertinggi dalam karier kesenian di Bali.

“Batal tampil di Gelar Budaya akhirnya terbayar dengan kesempatan tampil di PKB. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi anak-anak muda kami,” pungkas Gede Purnama.

Bagikan
Sumber: baliprawara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks