GIANYAR — Suasana di Jalan Raya Campuhan, Ubud, belakangan tidak hanya diisi oleh lalu lalang turis asing. Pemandangan berbeda muncul: spanduk-spanduk berisi kritik pedas dan dukungan terhadap proyek trotoar menghiasi sepanjang jalan, memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan pelaku pariwisata. Proyek yang digadang-gadang akan mempercantik wajah Ubud ini ternyata memantik reaksi beragam dari warga.
Isi Spanduk: Dari Kritik Keras Hingga Dukungan Penuh
Spanduk-spanduk yang terpasang di sejumlah titik tak hanya berisi kritikan tajam terhadap desain dan pelaksanaan proyek. Beberapa di antaranya justru berisi dukungan penuh kepada Bupati Mahayastra. Fenomena ini menunjukkan betapa proyek trotoar Campuhan menjadi isu yang membelah opini publik di Gianyar.
Satu sisi mengkhawatirkan dampak proyek terhadap estetika dan kelancaran lalu lintas di kawasan yang padat turis. Sisi lainnya mengapresiasi keberanian pemerintah daerah memperbaiki infrastruktur pejalan kaki yang selama ini dianggap kurang memadai.
Bupati Mahayastra: "Pemimpin Harus Siap Dibully"
Menanggapi gelombang spanduk tersebut, Bupati Mahayastra buka suara. Ia mengaku tidak ambil pusing dengan kritikan yang muncul. "Pemimpin itu harus siap dibully. Kalau tidak siap, jangan jadi pemimpin," ujarnya dengan nada santai di hadapan wartawan, beberapa waktu lalu.
Mahayastra justru memaknai kritik tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa proyek trotoar Campuhan tetap akan dilanjutkan, namun pihaknya akan menampung masukan untuk perbaikan ke depan.
Apa yang Sebenarnya Dikritik dari Proyek Trotoar Ubud?
Kritik utama yang muncul menyasar pada desain trotoar yang dinilai kurang ramah bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Sebagian warga juga mengeluhkan material yang digunakan dan potensi berkurangnya ruang parkir bagi pengunjung. Meski demikian, Pemkab Gianyar memastikan bahwa proyek ini sudah melalui kajian teknis dan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kenyamanan wisatawan.
Proyek revitalisasi trotoar di Jalan Raya Campuhan sendiri merupakan bagian dari upaya Pemkab Gianyar untuk menata kawasan wisata Ubud agar lebih tertib dan nyaman. Jalan ini merupakan salah satu akses utama menuju objek wisata Campuhan Ridge Walk dan Pura Gunung Lebah.
Bagaimana respons pelaku pariwisata Ubud?
Sejumlah pelaku usaha di sekitar Campuhan mengaku terbelah. Ada yang mendukung penuh karena trotoar baru dinilai bisa meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berjalan kaki. Namun, tak sedikit yang khawatir proyek ini justru mengganggu akses masuk ke toko dan restoran mereka selama masa pengerjaan.
Pemkab Gianyar berjanji akan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lokal, termasuk desa adat dan pelaku pariwisata, untuk memastikan proyek berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan ekonomi warga setempat.