BALI — Ford terus mengintensifkan pengembangan pikap listrik medium yang digadang-gadang sebagai model paling terjangkau di lini EV mereka. Dua prototipe kamuflase terbaru terlihat sedang mengisi daya di Supercharger Tesla, seperti yang diunggah di forum Reddit. Posisi port pengisian daya berada di sisi kiri belakang — persis seperti kendaraan Tesla — sehingga memudahkan pengemudi saat parkir dan mencolokkan kabel.
Harga Mulai 30.000 Dolar, Port NACS Bawaan Pabrik
Ford mengonfirmasi pikap ini akan menjadi kendaraan pertama mereka yang dilengkapi port NACS (North American Charging Standard) secara native. Artinya, pemilik bisa langsung menggunakan jaringan Supercharger Tesla tanpa adaptor tambahan. Langkah ini menjadi kunci strategi Ford untuk mengatasi salah satu hambatan terbesar adopsi EV: infrastruktur pengisian daya.
Dalam laporan keuangan kuartal II-2025, Ford menyebut model ini sebagai “affordable small electric pickup” — pertama kalinya pabrikan menggunakan kata “small” untuk mendeskripsikan pikap mereka. Padahal, berdasarkan pengamatan langsung, kendaraan ini tampak mungil jika dibandingkan dengan SUV full-size seperti Ford Expedition.
Platform UEV Baru: 400-Volt, Baterai LFP, Jarak Tempuh 300 Mil
Pikap ini akan menjadi model pertama yang menggunakan platform Universal EV (UEV) generasi terbaru Ford. Arsitektur 400-volt dipadukan dengan baterai prismatik lithium iron phosphate (LFP) yang lebih murah dan lebih padat. Ford menjanjikan efisiensi, kecerdasan, dan profitabilitas yang lebih baik dibandingkan F-150 Lightning atau Mustang Mach-E.
Meski spesifikasi baterai belum diumumkan resmi, Ford menargetkan jarak tempuh minimal 300 mil (sekitar 482 km) dalam sekali pengisian daya. Fokus utama ada pada aerodinamika dan efisiensi — bukan sekadar mengejar tenaga besar.
Lebih Luas dari Toyota RAV4, Biaya Operasi di Bawah Tesla Model Y
Salah satu klaim paling menarik dari Ford: ruang kabin pikap ini lebih lega dibandingkan Toyota RAV4 — dan itu belum termasuk bagasi depan (frunk) atau bak belakang. Ford juga menyebut biaya kepemilikan (cost of ownership) model ini akan lebih rendah dari Tesla Model Y. Jika terbukti, ini bisa menjadi nilai jual utama di pasar Amerika yang sensitif terhadap harga.
Pikap ini dijadwalkan mulai dijual tahun depan dengan harga awal 30.000 dolar AS. Dengan banderol tersebut, ia akan bersaing langsung dengan Chevrolet Bolt dan Nissan LEAF sebagai EV termurah di Amerika Serikat.
Komentar Pembaca: Model Dealer Jadi Kekhawatiran
Meski spesifikasinya menjanjikan, tidak semua pihak optimistis. Komentar teratas di artikel sumber berasal dari pengguna bernama Joe, yang menyoroti model penjualan dealer Ford yang dianggapnya ketinggalan zaman. “Hampir tidak ada dealer Ford yang punya skala ekonomi dari penjualan EV untuk benar-benar peduli menjualnya,” tulisnya. Ia menambahkan bahwa proses transaksi di dealer — yang bisa memakan waktu enam jam — menjadi hambatan besar bagi konsumen yang terbiasa dengan model direct-sales ala Tesla.
Ford memang harus menjaga reputasinya sebagai raja pikap di era transisi elektrifikasi. Dengan kehadiran Tesla Cybertruck, Rivian R1T, dan Lucid Gravity, persaingan di segmen ini semakin ketat. Apakah pikap listrik 30.000 dolar ini cukup untuk membuat penggem setia Ford tidak berpaling? Publik akan mulai menjawabnya tahun depan.