GIANYAR — Insiden kebocoran pipa distribusi air minum mengganggu aktivitas warga di kawasan wisata Ubud. Semburan air bercampur lumpur yang keluar dengan tekanan tinggi mengenai lapak pedagang dan meluber hingga ke badan jalan.
Video amatir yang diunggah warganet menunjukkan semburan air dari pipa yang pecah cukup deras. Kejadian yang berlangsung tiba-tiba itu membuat para pedagang dan warga sekitar panik. Sejumlah barang dagangan dilaporkan terkena percikan air dan lumpur.
Pipa Pecah Termakan Usia dan Tekanan Air
Direktur Utama PAM Tirta Sanjiwani Gianyar, Wayan Suastika, menjelaskan bahwa kebocoran terjadi akibat pipa yang sudah tua. Kondisi itu diperparah dengan tekanan air di dalam jaringan distribusi yang menyebabkan pipa retak dan akhirnya pecah.
“Penyebabnya karena usia pipa dan tekanan air di jaringan. Petugas langsung turun melakukan perbaikan begitu menerima laporan,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (3/6/2026).
Perbaikan Cepat dan Ganti Rugi untuk Pedagang
Pihak PAM Tirta Sanjiwani memastikan perbaikan pipa yang bocor telah selesai dilakukan pada malam yang sama. Petugas tidak hanya menambal kebocoran, tetapi juga membersihkan area sekitar dari sisa-sisa lumpur dan genangan air.
Langkah pembersihan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dan pedagang di lokasi bisa kembali normal. Selain itu, perusahaan telah berkoordinasi dengan pedagang yang terdampak untuk menyelesaikan masalah ganti rugi.
“Sudah dikoordinasikan dan terkait ganti rugi sudah ditindaklanjuti langsung oleh Kadiv Pelayanan Ubud. Ganti rugi juga sudah diselesaikan sesuai kesepakatan,” kata Wayan Suastika.
Pelayanan Air ke Pelanggan Tetap Normal
Pasca-perbaikan, PAM Tirta Sanjiwani memastikan distribusi air kepada pelanggan di wilayah Tebongkang dan sekitarnya tidak terganggu. Sistem jaringan telah berfungsi kembali seperti sediakala.
Pihak perusahaan mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan indikasi kebocoran pipa di lingkungan masing-masing. Laporan dini dinilai penting agar petugas bisa segera turun ke lapangan dan mencegah dampak yang lebih luas.