DENPASAR — Tiga SPBU di Denpasar menjadi lokasi inspeksi mendadak Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) pada akhir pekan lalu. Rombongan menyambangi SPBU COCO 51.801.30 di Denpasar Timur, kemudian berlanjut ke SPBU 54.80.115 di Jalan Raya Puputan, Renon, dan SPBU 54.801.06 di Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur.
Bali sebagai Etalase Wisata, Layanan Jadi Prioritas
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, Bali merupakan etalase wisata dunia sehingga kualitas layanan di SPBU harus mencerminkan standar internasional.
“Kami ingin melihat dan memastikan sejauh mana kesediaan stok BBM, sarana, fasilitas, serta kualitas layanan di SPBU di pusat Kota Denpasar,” ujar Iriawan.
Ia juga berpesan kepada para pengelola agar lebih peduli terhadap kebersihan dan lingkungan. Para operator diminta melayani masyarakat dengan senyum dan sapaan ramah demi kenyamanan konsumen.
Antrean Pertamax Tinggi, Sosialisasi BBM Non-Subsidi Terus Digencarkan
Komisaris Independen Pertamina, Condro Kirono, yang menyambangi SPBU COCO 51.801.30, mengamati langsung animo masyarakat terhadap bahan bakar non-subsidi. Berdasarkan pantauannya, antrean kendaraan roda dua dan roda empat untuk mengisi Pertamax dan Pertamax Turbo cukup panjang.
“Saya melihat langsung tadi, berbagai jenis kendaraan, seperti sepeda motor, juga mengantre untuk mengisi Pertamax dan Pertamax Turbo. Saya merasa sosialisasi kepada masyarakat, komunitas otomotif ataupun dealer harus terus dilakukan, agar mereka semakin memahami bahwa produk BBM non-subsidi Pertamina membuat kinerja mesin akan lebih bagus dan lebih efisien,” katanya.
SPBU Tak Cuma Isi Bensin, Bisa Jadi Tempat Ngopi
Condro juga mendorong inovasi di lingkungan SPBU. Ia meminta agar area yang tersedia dioptimalkan untuk tenant-tenant yang bisa memberikan pendapatan tambahan bagi perusahaan.
“Mari lebih berinovasi lagi, kapitalisasi area-area yang masih memungkinkan, agar masyarakat berkunjung ke SPBU tidak saja untuk mengisi bahan bakar, tapi lebih banyak juga yang berbelanja, ngopi dan sebagainya,” ujarnya.
Masukan dari Dewan Komisaris Jadi Cambuk Perbaikan
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, mengaku mendapat banyak masukan dari kunjungan tersebut. Catatan yang diberikan mencakup standar layanan, standar keselamatan, service excellence, serta keandalan layanan energi.
“Tentunya banyak masukan untuk kami, agar melakukan perbaikan terhadap layanan SPBU, khususnya yang dikunjungi. Hal ini menjadi cambuk bagi kami di Regional Jatimbalinus untuk bekerja lebih baik saat ini dan di masa mendatang, guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.