DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali bersama Dinas Kebudayaan setempat memastikan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 siap digelar selama sebulan penuh. Ajang tahunan yang menjadi barometer kreativitas seni dan budaya Bali ini dimulai pada Sabtu, 13 Juni 2026, dan akan ditutup pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Tema yang diangkat tahun ini adalah "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha". Filosofi tema ini menekankan pada pemurnian jiwa dan semangat untuk menjaga kesucian seni dan budaya warisan leluhur.
Panggung Seni dari Seluruh Bali
PKB ke-48 akan menampilkan beragam atraksi seni, mulai dari tari tradisional, karawitan, pameran lukisan, hingga lomba seni lukis dan ukir. Setiap kabupaten/kota di Bali dijadwalkan mengirimkan kontingen terbaiknya untuk memeriahkan panggung utama di Taman Budaya Denpasar.
Selain pertunjukan seni, ajang ini juga menjadi ruang dialog budaya. Para seniman dan budayawan akan berdiskusi mengenai pelestarian seni di tengah arus modernisasi.
PKB sebagai Ikon Pariwisata Budaya
PKB bukan sekadar festival seni, melainkan juga motor penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif Bali. Setiap tahun, perhelatan ini menyedot perhatian wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin menyaksikan langsung kekayaan seni Pulau Dewata.
Pemerintah daerah berharap PKB ke-48 mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Bali di kancah nasional maupun internasional. Rangkaian acara akan berlangsung di beberapa lokasi, dengan puncak acara di Taman Budaya Denpasar.
Jadwal dan Akses Publik
Seluruh rangkaian PKB ke-48 terbuka untuk umum. Masyarakat dan wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan setiap hari selama sebulan penuh. Informasi jadwal lengkap dan tiket masuk dapat diakses melalui kanal resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.
Dengan tema "Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha", PKB tahun ini mengajak semua elemen masyarakat untuk kembali merenungkan esensi seni sebagai cerminan jiwa yang bersih dan luhur.