BALI — Kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat menjadi angin segar bagi stabilitas geopolitik global. Namun, di balik itu, publik Indonesia bertanya-tanya: apakah hal ini akan berdampak langsung pada harga BBM di dalam negeri? Topik inilah yang akan dibedah tuntas dalam program Satu Meja the Forum episode bertajuk "Iran-AS Damai, Angin Segar buat Indonesia?" yang tayang pekan depan.
Tiga Narasumber dari Berbagai Perspektif
Untuk mengupas isu kompleks ini secara komprehensif, KompasTV menghadirkan tiga pakar dengan keahlian masing-masing. Mereka adalah Hikmahanto Juwana, pakar hukum internasional yang akan mengulas aspek legal dari perjanjian damai tersebut. Abra Talattov, ekonom dari INDEF, dijadwalkan memberikan pandangan dari sisi ekonomi makro dan dampaknya terhadap pasar energi. Sementara itu, Dian Wirengjurit, yang pernah menjabat sebagai Dubes RI untuk Iran periode 2012-2016, akan berbagi pengalaman langsung tentang dinamika hubungan bilateral kedua negara.
Harapan Baru di Tengah Ketidakpastian Energi
Perang Iran vs Amerika Serikat selama ini disebut memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Lonjakan harga minyak dunia akibat konflik kerap menjadi momok bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan subsidi energi di Tanah Air. Dengan adanya potensi damai, muncul harapan akan normalisasi pasokan minyak global yang pada akhirnya bisa menekan harga BBM.
Namun, para narasumber dipastikan akan memberikan pandangan realistis. Pertanyaan kunci yang akan dibahas adalah langkah strategis apa yang harus dilakukan Indonesia untuk mengantisipasi perubahan situasi ini, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Jangan Lewatkan Tayangan Spesial
Diskusi penuh wawasan ini akan disiarkan langsung oleh KompasTV pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 20.30 WIB. Program Satu Meja the Forum edisi ini menjadi tontonan wajib bagi masyarakat yang ingin memahami kaitan antara dinamika politik Timur Tengah dengan harga BBM yang mereka bayar di SPBU.