DENPASAR — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga di lima wilayah Bali mewaspadai potensi angin kencang pada Jumat (17/7/2026). Peringatan dini berlaku untuk Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, Karangasem, dan Klungkung. Angin bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan 4 hingga 37 kilometer per jam.
Dalam peringatan dini tiga harian yang diunggah di media sosial resmi, BMKG Bali menyatakan tidak ada peringatan level waspada atau awas untuk hujan sedang hingga ekstrem. Periode berlaku sejak Jumat pukul 08.00 WITA hingga Sabtu (18/7) pukul 08.00 WITA. Cuaca diprakirakan cerah berawan dengan suhu udara 19 hingga 31 derajat Celcius dan kelembapan 60 hingga 90 persen.
Nelayan dan Kapal Ferry Diimbau Waspada Gelombang
BMKG memperingatkan kondisi laut yang perlu diantisipasi. Tinggi gelombang di Perairan Selatan Pulau Bali diprakirakan mencapai 2,5 meter. Gelombang ini berisiko terhadap kapal ferry jika kecepatan angin mencapai 21 knot, sementara nelayan berisiko saat angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter.
Kondisi berbeda terpantau di Perairan Utara Bali. Tinggi gelombang diprakirakan lebih rendah, yakni 0,5 hingga 1,25 meter. Meski demikian, nelayan dan operator kapal kecil tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Prakiraan Matahari Terbit dan Terbenam
BMKG mencatat matahari terbit di Bali pada pukul 06.35 WITA dan terbenam pada pukul 18.16 WITA. Fase bulan terbit terjadi pukul 08.57 WITA dan bulan terbenam pada pukul 21.08 WITA. Data ini penting bagi aktivitas masyarakat, terutama nelayan yang mengandalkan navigasi alam.
Masyarakat di lima kabupaten/kota yang masuk peringatan dini diimbau mengamankan barang-barang di luar rumah yang mudah terbawa angin. Warga yang beraktivitas di pesisir atau melaut disarankan memantau perkembangan cuaca dari kanal resmi BMKG secara berkala.