BALI — Galaxy Unpacked adalah acara peluncuran produk andalan Samsung yang rutin digelar sejak 2009. Dulu bernama Samsung Mobile Unpacked, acara ini baru resmi menyandang nama Galaxy Unpacked pada 2015. Setiap tahun, Samsung menggelarnya dua kali—biasanya di awal tahun untuk seri Galaxy S dan pertengahan tahun untuk lini lipat serta wearable. Lokasinya pun berpindah-pindah di kota ikonik seperti Barcelona, New York, San Francisco, Seoul, Paris, dan London.
Dari Panggung Fisik ke Siaran Virtual, Kembali ke Audiens Langsung
Edisi pertama Galaxy Unpacked berlangsung pada 15 Juni 2009 di Singapura. Sepanjang 2010–2019, Samsung lebih sering menggelar acara ini di kota-kota besar Eropa dan Amerika. Pandemi COVID-19 memaksa Samsung beralih ke format virtual pada Agustus 2020 saat meluncurkan Galaxy Note 20 dari kantor pusat di Suwon, Korea Selatan—acara tersebut ditonton lebih dari 56 juta orang.
Pada Februari 2023, Samsung kembali mengundang audiens langsung di San Francisco untuk meluncurkan seri Galaxy S23. Sejak saat itu, format hybrid mulai diterapkan. Musik khas “Over the Horizon” selalu menjadi pengiring sebelum siaran utama dimulai.
Produk yang Diharapkan Meluncur pada Juli 2026
Galaxy Unpacked mendatang diprediksi menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun. Berikut bocoran perangkat yang akan diperkenalkan:
- Galaxy Z Fold 8, Z Flip 8, dan Z Fold Wide — Tiga varian ponsel lipat dengan peningkatan desain, kamera, dan kapasitas baterai. Z Fold Wide dikabarkan membawa layar lebih luas dan baterai 4.800 mAh.
- Galaxy Watch 9 dan Watch Ultra 2 — Smartwatch terbaru dengan kapasitas baterai lebih besar dan dukungan pengisian daya 10W. Watch Ultra 2 dirancang untuk bersaing langsung dengan Apple Watch Ultra generasi terbaru.
- Galaxy Glasses — Kacamata pintar pertama Samsung yang didukung Android XR dan Gemini AI, berfungsi sebagai pendamping ponsel untuk perintah suara.
- One UI 9 berbasis Android 17 — Antarmuka anyar dengan integrasi fitur kecerdasan buatan (AI) yang lebih dalam.
Mengapa Galaxy Unpacked Penting bagi Ekosistem Samsung dan Pasar Indonesia
Galaxy Unpacked bukan sekadar panggung peluncuran produk. Acara ini menjadi barometer inovasi Samsung di segmen premium sekaligus pendorong pertumbuhan ekonomi digital. Kontribusi ekonomi digital terhadap PDB Indonesia diproyeksikan mencapai 8,2% pada 2025, menjadikan peluncuran produk premium seperti lini lipat dan wearable sebagai salah satu motor penggeraknya.
Minat pencarian “Samsung Galaxy Unpacked” dari Indonesia melonjak 340% dalam tiga minggu menjelang acara. Angka ini menunjukkan bahwa konsumen lokal tidak hanya menanti perangkat baru, tetapi juga melihatnya sebagai indikator daya beli dan kesiapan ekosistem digital di dalam negeri.
Dampak Jangka Panjang bagi Industri Teknologi
Melalui Galaxy Unpacked, Samsung terus menetapkan standar baru—baik dari sisi bentuk perangkat (foldable, wearable, hingga kacamata pintar) maupun dari sisi perangkat lunak (integrasi AI di One UI). Setiap edisi Unpacked pada dasarnya adalah peta jalan Samsung untuk satu hingga dua tahun ke depan. Bagi konsumen, acara ini menjadi panduan untuk menentukan kapan waktu yang tepat membeli—apakah langsung di hari peluncuran, atau menunggu harga turun beberapa bulan setelahnya.