GIANYAR — Amukan api meludeskan bangunan SD Negeri 2 Batuan di Banjar Puaya, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 16.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp250 juta.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh I Made Ngurah (34) setelah mendapat laporan dari sejumlah anak yang melintas dan melihat kepulan asap dari atap sekolah. Ia segera memberitahu Ni Nyoman Mendri (62) yang tengah berjaga di warung tak jauh dari lokasi.
Kronologi Pemadaman: Warga dan Damkar Bergerak Cepat
Informasi itu diteruskan kepada Kelian Dinas Banjar Puaya, I Nyoman Darmakawit (40), yang langsung menghubungi pemadam kebakaran. Tiga unit mobil Damkar tiba di lokasi hanya lima menit setelah laporan, tepat pukul 16.05 Wita.
Babinsa Desa Batuan, Sertu Suparman, bersama Bhabinkamtibmas, personel Damkar, dan warga bahu-membahu memadamkan api. Kobaran berhasil dijinakkan sekitar pukul 16.30 Wita sehingga tidak merambat ke bangunan lain di kompleks sekolah.
Bangunan dan Aset yang Ludes Terbakar
Api menghanguskan bangunan seluas sekitar 5 x 8 meter yang mencakup ruang kepala sekolah, dapur, ruang UKS, ruang BK, dan gudang. Sejumlah aset penting sekolah ikut terbakar, antara lain:
- Rak arsip, printer, sofa dan meja tamu
- Meja dan kursi kepala sekolah, kipas angin
- CCTV, perangkat TOA, papan struktur guru
- Perlengkapan UKS, kulkas, kompor gas
- Sekitar 810 buku Kurikulum 2013
- Dokumen akreditasi dan berbagai papan informasi sekolah
Penyebab Kebakaran: Korsleting pada Kulkas
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu hubungan pendek arus listrik pada kulkas yang berada di dapur sisi utara bangunan. "Percikan api kemudian menyambar tabung gas sehingga api dengan cepat membesar," jelas Babinsa Desa Batuan, Sertu Suparman.
Kehadiran aparat kewilayahan di lokasi menjadi wujud nyata peran mereka dalam membantu penanganan bencana, mengamankan lingkungan, menenangkan warga, serta memperkuat sinergi lintas sektor agar situasi tetap kondusif.
Pihak sekolah dan Dinas Pendidikan setempat masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung total kerugian dan merencanakan langkah pemulihan kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 2 Batuan.