DENPASAR — KONI Bali tidak main-main dalam menyaring atlet bela diri untuk PON 2026. Sekretaris Umum KONI Bali, I Ketut Jagrasunu, menegaskan tes kesehatan dan kebugaran yang digelar di Kompleks GOR Lila Bhuana, Denpasar, bukan sekadar formalitas administrasi.
"Ini bukan sekadar tes administratif. Kalau atlet tidak layak dari sisi kebugaran maupun kesehatan, atlet tersebut akan dieliminasi," kata Jagrasunu, Minggu.
Enam Cabang Olahraga Ikut Seleksi Awal
Tes yang dilakukan bersama Universitas PGRI Mahadewa Indonesia ini diikuti oleh atlet dari enam cabang olahraga bela diri. Awalnya, KONI Bali menyiapkan seleksi untuk delapan cabang, namun dua di antaranya batal mengikuti tes pada tahap ini.
Cabang anggar tidak disertakan karena kualitas atlet dinilai belum memenuhi standar untuk bersaing di tingkat nasional. Sementara itu, atlet muaythai berhalangan hadir karena sedang menjalani kegiatan di Jawa Barat.
Rekam Jejak Jadi Standar Minimal Seleksi
Proses seleksi ini bukan pekerjaan instan. Jagrasunu menyebut tahapan penyaringan telah berlangsung selama lebih dari dua bulan dengan mempertimbangkan rekam jejak dan prestasi atlet. Standar minimalnya jelas: atlet-atlet terbaik Bali, termasuk para peraih medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali.
Pemilihan atlet tidak hanya mempertimbangkan ketersediaan anggaran. KONI Bali memastikan setiap atlet yang dikirim memiliki peluang nyata untuk bersaing dan meraih prestasi di ajang nasional.
Target Naik: dari 15 ke 20 Medali Emas
KONI Bali menyiapkan kontingen besar untuk PON Bela Diri 2026. Sebanyak 71 atlet dan 20 pelatih serta pendamping akan diberangkatkan ke Sumatera Utara.
Targetnya pun naik signifikan. Pada PON Bela Diri sebelumnya, Bali mengoleksi 15 medali emas dan menempati peringkat kelima. Kini, target 20 medali emas dipasang untuk ajang tahun ini.
Rencananya, tes kedua akan dilaksanakan menjelang keberangkatan untuk menentukan komposisi akhir kontingen. Setelah tes awal ini, para atlet akan menjalani latihan secara desentralisasi sebelum mengikuti program pembinaan lanjutan serta pemusatan latihan.