BALI — Liga akan diikuti 18 klub, dan Persib tetap difavoritkan mempertahankan gelar. Namun, sejarah kompetisi panjang selalu punya cerita kejutan. Kali ini, sorotan mengarah ke tim promosi PSS Sleman yang datang dengan persiapan matang, plus dua klub papan tengah yang sedang membangun konsistensi.
PSS Sleman: Tim Promosi dengan Dukungan Ribuan Suporter
Status promosi tak membuat PSS Sleman pasif. Di bawah arahan pelatih Pieter Huistra, tim memiliki arah kerja jelas sejak pramusim. Aktivitas transfer pun agresif dengan mendatangkan Christoph Nduwarugira, Hiromu Tanaka, dan Matheus Fornazari untuk menambal sejumlah lini.
Kekuatan lain ada di Stadion Maguwoharjo. Lebih dari 25 ribu suporter kerap memadati kandang Elang Jawa, menciptakan atmosfer yang sulit ditembus tim tamu. Kombinasi materi pemain dan tekanan tribun ini yang membuat PSS layak dipantau.
Bhayangkara FC: Pertahankan Kerangka, Tambah Daya Ledak
Bhayangkara FC menutup musim 2025/2026 di posisi kelima. Alih-alih bongkar pasang skuad, The Guardians memilih mempertahankan kerangka tim yang terbukti konsisten. Pilar kunci seperti Moussa Sidibe tetap bertahan, menjaga ritme permainan yang sudah terbentuk.
Dari bursa transfer, mereka merekrut Allano dari Persija Jakarta. Kombinasi Allano dan Moussa Sidibe di lini depan menjadi daya tarik utama. Jika chemistry cepat terbentuk, Bhayangkara punya potensi melesat ke posisi yang lebih tinggi.
Persita Tangerang: Kontinuitas Jadi Modal Utama
Persita Tangerang nyaman di papan tengah beberapa musim terakhir. Untuk musim baru, Pendekar Cisadane membidik target lebih tinggi: menembus lima besar. Kunci utamanya adalah kontinuitas—mempertahankan Carlos Pena sebagai pelatih kepala dan menjaga pilar penting tetap di skuad.
Klub juga menambah amunisi dengan beberapa pemain baru berkualitas. Perpaduan pengalaman pemain lama dan rekrutan segar membuka ruang peningkatan performa yang signifikan.
Persib Tetap Favorit, tapi Kejutan Selalu Mungkin
Persib datang dengan status juara bertahan dan masih menjadi tim terkuat di atas kertas. Namun, persaingan liga tidak pernah linear. Dengan persiapan matang dan dukungan suporter, ketiga klub ini punya peluang nyata mengganggu dominasi Maung Bandung.
Musim akan berjalan panjang. Konsistensi, kedalaman skuad, dan mentalitas menjadi pembeda utama di akhir kompetisi nanti.